Cabai Merah Besar Naik Hingga Rp6...
Dinamika Harga Pasar Bondowoso: Cabai Melambung, Hortikultura Lain Mulai Melandai
Bondowoso – Hasil monitoring perkembangan harga sembilan bahan pokok kebutuhan masyarakat (bapokting), barang strategis, dan barang penting lainnya yang dilaksanakan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bondowoso pada 27 Juli 2026 menunjukkan adanya fluktuasi harga pada sejumlah komoditas di empat pasar pantauan, yakni Pasar Induk Bondowoso, Pasar Maesan, Pasar Wonosari, dan Pasar Prajekan.
Secara umum, komoditas hortikultura masih menjadi penyumbang utama perubahan harga. Kenaikan harga terutama terjadi pada kelompok cabai di Pasar Wonosari dan Pasar Maesan, sementara beberapa komoditas sayuran dan bumbu dapur di Pasar Induk Bondowoso mengalami penurunan harga.
Kenaikan harga paling signifikan terjadi pada Cabe Merah Besar di Pasar Wonosari, yang naik dari Rp32.000 menjadi Rp39.000 per kilogram, atau bertambah Rp7.000/kg (21,9%). Selain itu, Cabe Rawit Merah di pasar yang sama juga meningkat dari Rp39.000 menjadi Rp46.000 per kilogram, mengalami kenaikan sebesar Rp7.000/kg (17,9%).
Sementara itu, di Pasar Maesan, Cabe Rawit Merah turut mengalami kenaikan dari Rp38.000 menjadi Rp40.000 per kilogram, atau bertambah Rp2.000/kg (5,3%).
Di sisi lain, sejumlah komoditas di Pasar Induk Bondowoso justru menunjukkan tren penurunan harga. Bawang Merah turun dari Rp33.000 menjadi Rp32.000 per kilogram, atau berkurang Rp1.000/kg (-3,0%). Bawang Putih juga mengalami penurunan dari Rp30.000 menjadi Rp28.000 per kilogram, turun Rp2.000/kg (-6,7%).
Untuk kelompok cabai, Cabe Merah Besar di Pasar Induk Bondowoso turun dari Rp30.000 menjadi Rp28.000 per kilogram, atau berkurang Rp2.000/kg (-6,7%), sedangkan Cabe Rawit Merah turun dari Rp40.000 menjadi Rp38.000 per kilogram, atau turun Rp2.000/kg (-5,0%).
Komoditas sayuran juga mengalami penurunan harga. Kentang di Pasar Maesan turun dari Rp16.000 menjadi Rp15.000 per kilogram, atau berkurang Rp1.000/kg (-6,3%).
Penurunan paling tajam tercatat pada Tomat Sayur di Pasar Induk Bondowoso, yang turun dari Rp7.000 menjadi Rp5.000 per kilogram, atau berkurang Rp2.000/kg (-28,6%). Disusul Kubis yang turun dari Rp8.000 menjadi Rp6.000 per kilogram, mengalami penurunan Rp2.000/kg (-25,0%). Sementara itu, Wortel mengalami penurunan dari Rp17.000 menjadi Rp16.000 per kilogram, atau turun Rp1.000/kg (-5,9%).
Berdasarkan hasil pemantauan, kenaikan harga cabai di Pasar Wonosari diduga dipengaruhi oleh terbatasnya pasokan dari daerah sentra produksi, sementara permintaan masyarakat masih relatif tinggi. Sebaliknya, penurunan harga bawang dan komoditas hortikultura di Pasar Induk Bondowoso mengindikasikan pasokan yang lebih melimpah sehingga mampu menekan harga di tingkat pedagang.
Secara keseluruhan, kondisi harga bahan pokok di Kabupaten Bondowoso masih tergolong stabil. Fluktuasi yang terjadi masih didominasi oleh komoditas hortikultura yang memang bersifat musiman dan sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca, hasil panen, serta kelancaran distribusi. Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bondowoso akan terus melakukan pemantauan harga secara berkala guna memastikan ketersediaan pasokan serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat. (*dew)

Dokumentasi Kegiatan Pemantauan dan Pencatatan Harga di Pasar Maesan :

