Cabai Merah Besar Naik Hingga Rp6...
Monitoring Pasar 3 Agustus 2026: Harga Cabai Masih Berfluktuasi, Ayam Potong Menguat
Bondowoso – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso kembali melaksanakan monitoring perkembangan harga sembilan bahan pokok kebutuhan masyarakat, barang strategis, dan barang penting lainnya pada Senin, 3 Agustus 2026 di empat pasar pantauan, yakni Pasar Induk Bondowoso, Pasar Maesan, Pasar Wonosari, dan Pasar Prajekan.
Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar komoditas masih mengalami fluktuasi harga, terutama pada kelompok hortikultura dan komoditas pangan hewani. Kenaikan harga didominasi oleh cabai, ayam potong, telur ayam ras, serta tomat sayur di beberapa pasar, sementara penurunan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas cabai dan tomat.
Komoditas ayam potong mengalami kenaikan di dua pasar. Di Pasar Maesan, harga naik Rp2.000 (6,3 persen) dari Rp32.000 menjadi Rp34.000 per kilogram. Sementara di Pasar Wonosari, harga meningkat dari Rp34.000 menjadi Rp35.000 per kilogram, atau naik Rp1.000 (2,9 persen). Kenaikan ini diperkirakan dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat pada awal pekan disertai pasokan yang belum sepenuhnya bertambah.
Pada kelompok cabai, Cabe Merah Besar di Pasar Induk Bondowoso mengalami kenaikan dari Rp29.000 menjadi Rp30.000 per kilogram, atau bertambah Rp1.000 (3,4 persen). Sementara Cabe Rawit Merah di pasar yang sama meningkat dari Rp42.000 menjadi Rp45.000 per kilogram, atau naik Rp3.000 (7,1 persen). Di Pasar Maesan, harga Cabe Rawit Merah juga naik dari Rp40.000 menjadi Rp42.000 per kilogram, atau bertambah Rp2.000 (5 persen).
Kenaikan juga terjadi pada Tomat Sayur di Pasar Wonosari, dari Rp3.500 menjadi Rp4.000 per kilogram, atau meningkat Rp500 (14,3 persen). Adapun Telur Ayam Ras di Pasar Maesan naik tipis dari Rp23.500 menjadi Rp24.000 per kilogram, atau bertambah Rp500 (2,1 persen).
Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami koreksi harga. Cabe Merah Besar di Pasar Wonosari turun dari Rp32.000 menjadi Rp30.000 per kilogram, atau berkurang Rp2.000 (-6,3 persen). Penurunan juga terjadi di Pasar Maesan, dari Rp35.000 menjadi Rp34.000 per kilogram, atau turun Rp1.000 (-2,9 persen).
Sementara itu, Cabe Rawit Merah di Pasar Wonosari mengalami penurunan dari Rp47.000 menjadi Rp44.000 per kilogram, atau berkurang Rp3.000 (-6,4 persen). Penurunan harga paling signifikan tercatat pada komoditas Tomat Sayur di Pasar Induk Bondowoso, dari Rp5.000 menjadi Rp4.000 per kilogram, atau turun Rp1.000 (-20 persen).
Secara umum, kondisi pasar di Kabupaten Bondowoso masih berada dalam kategori stabil meskipun terjadi fluktuasi harga pada beberapa komoditas hortikultura. Naik turunnya harga cabai dan tomat dipengaruhi oleh perubahan pasokan dari daerah sentra produksi yang sangat dipengaruhi kondisi cuaca, sedangkan kenaikan ayam potong dan telur ayam ras lebih disebabkan oleh meningkatnya permintaan pasar. Hingga saat ini, ketersediaan barang kebutuhan pokok di pasar-pasar pantauan masih mencukupi sehingga masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Diskoperindag Kabupaten Bondowoso akan terus melakukan pemantauan harga secara berkala sebagai upaya menjaga stabilitas harga, memastikan kelancaran distribusi, serta memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat dan pemangku kepentingan dalam rangka mendukung pengendalian inflasi daerah. (*dew)

Dokumentasi kegiatan pemantauan dan pencatatan harga pasar oleh petugas di Pasar Prajekan dan Pasar Maesan :


