INFORMASI HARGA PASAR TANGGAL 06 AGUSTUS 2026

Cabai Merah Besar Naik Hingga Rp6.000 per Kilogram, Diskoperindag Bondowoso Pastikan Pasokan Tetap Aman

Bondowoso – Sejumlah komoditas pangan strategis di Kabupaten Bondowoso mengalami kenaikan harga berdasarkan hasil monitoring perkembangan harga sembilan bahan pokok, barang strategis, dan barang penting lainnya yang dilakukan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso pada 6 Agustus 2026 di empat pasar pantauan, yakni Pasar Induk Bondowoso, Pasar Maesan, Pasar Wonosari, dan Pasar Prajekan.

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa komoditas hortikultura masih menjadi penyumbang utama fluktuasi harga. Kenaikan terjadi pada bawang merah, bawang putih, cabai merah besar, cabai rawit merah, serta ketela pohon. Sementara itu, beberapa komoditas mengalami penurunan harga, yakni cabai rawit merah di Pasar Prajekan dan wortel di Pasar Induk Bondowoso.

Di Pasar Induk Bondowoso, harga bawang merah naik dari Rp30.000 menjadi Rp35.000 per kilogram, atau meningkat Rp5.000 dengan persentase 16,7 persen. Kenaikan juga terjadi di Pasar Prajekan, dari Rp26.000 menjadi Rp28.000 per kilogram, bertambah Rp2.000 atau 7,7 persen.

Untuk komoditas bawang putih, kenaikan tercatat di Pasar Wonosari, dari Rp28.000 menjadi Rp30.000 per kilogram, atau naik Rp2.000 setara 7,1 persen.

Kenaikan cukup signifikan juga terjadi pada cabai merah besar. Di Pasar Prajekan, harga meningkat dari Rp28.000 menjadi Rp34.000 per kilogram, naik Rp6.000 atau 21,4 persen, menjadi kenaikan tertinggi pada periode pemantauan kali ini. Sementara di Pasar Induk Bondowoso harga naik dari Rp30.000 menjadi Rp35.000 per kilogram, bertambah Rp5.000 atau 16,7 persen, sedangkan di Pasar Wonosari meningkat dari Rp30.000 menjadi Rp33.000 per kilogram, naik Rp3.000 atau 10 persen.

Komoditas cabai rawit merah di Pasar Induk Bondowoso juga mengalami kenaikan dari Rp45.000 menjadi Rp50.000 per kilogram, atau bertambah Rp5.000 dengan kenaikan 11,1 persen. Sebaliknya, di Pasar Prajekan harga justru turun dari Rp50.000 menjadi Rp44.000 per kilogram, berkurang Rp6.000 atau 12 persen, menunjukkan adanya perbedaan pasokan antarwilayah.

Selain itu, harga ketela pohon di Pasar Maesan naik dari Rp3.000 menjadi Rp3.500 per kilogram, meningkat Rp500 atau 16,7 persen. Di sisi lain, wortel di Pasar Induk Bondowoso mengalami penurunan dari Rp16.000 menjadi Rp15.000 per kilogram, turun Rp1.000 atau 6,3 persen.

Secara umum, pergerakan harga pada awal Agustus 2026 masih didominasi oleh komoditas hortikultura yang sensitif terhadap perubahan pasokan dari daerah sentra produksi dan kondisi distribusi. Meski beberapa komoditas mengalami kenaikan cukup tinggi, ketersediaan barang di pasar masih relatif mencukupi sehingga aktivitas perdagangan tetap berjalan normal.

Diskoperindag Kabupaten Bondowoso akan terus melakukan pemantauan harga secara berkala sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gejolak harga sekaligus memastikan pasokan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dan stabil. (*dew)

 

Dokumentasi Kegiatan pemantauan dan pencatatan harga oleh petugas di Pasar  Wonosari, Pasar Maesan, Pasar Prajekan dan Pasar Induk Bondowoso :

Mungkin Anda Juga Suka