INFORMASI HARGA PASAR TANGGAL 06 APRIL 2026

Tren Kenaikan Harga Cabai dan Penurunan Harga Ayam Potong Dominasi Pergerakan Harga Bapokting Bondowoso Awal April 2026

Bondowoso, 6 April 2026 — Berdasarkan hasil monitoring perkembangan harga sembilan bahan pokok, barang strategis, dan barang penting lainnya pada tanggal 02 April hingga 06 April 2026 di empat pasar pantauan (Pasar Induk Bondowoso, Pasar Maesan, Pasar Wonosari, dan Pasar Prajekan), terpantau terjadi fluktuasi harga pada sejumlah komoditas dengan kecenderungan kenaikan pada kelompok hortikultura dan penurunan pada komoditas protein hewani.

Secara komparatif, kenaikan harga tertinggi tercatat pada komoditas Cabai Merah Besar di Pasar Prajekan yang mengalami kenaikan sebesar 20,0% atau sebesar Rp5.000, dari Rp25.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Kenaikan dengan persentase yang sama juga terjadi pada Tomat Sayur di Pasar Prajekan sebesar 20,0% atau Rp2.000, dari Rp10.000 menjadi Rp12.000 per kilogram. Selain itu, Cabai Merah Besar di Pasar Wonosari turut mengalami kenaikan signifikan sebesar 16,0% atau Rp4.000 (dari Rp25.000 menjadi Rp29.000 per kilogram).

Kelompok komoditas cabai lainnya juga menunjukkan tren kenaikan. Cabai Rawit Merah di Pasar Prajekan naik sebesar 16,7% atau Rp10.000 (dari Rp60.000 menjadi Rp70.000 per kilogram), sedangkan di Pasar Wonosari naik sebesar 7,7% atau Rp5.000 (dari Rp65.000 menjadi Rp70.000 per kilogram). Kenaikan juga terjadi pada Bawang Merah di Pasar Prajekan sebesar 12,5% atau Rp4.000 (dari Rp32.000 menjadi Rp36.000 per kilogram).

Komoditas lainnya yang mengalami kenaikan antara lain Kubis di Pasar Prajekan sebesar 14,3% atau Rp1.000 (dari Rp7.000 menjadi Rp8.000 per kilogram), Gas Elpiji 3 Kg di Pasar Maesan sebesar 10,0% atau Rp2.000 (dari Rp20.000 menjadi Rp22.000 per tabung), serta Kentang di Pasar Prajekan sebesar 7,7% atau Rp1.000 (dari Rp13.000 menjadi Rp14.000 per kilogram). Sementara itu, Telur Ayam Ras di Pasar Wonosari mengalami kenaikan relatif stabil sebesar 1,8% atau Rp500 (dari Rp27.500 menjadi Rp28.000 per kilogram).

Di sisi lain, penurunan harga terdalam terjadi pada komoditas Ayam Potong di Pasar Prajekan yang turun sebesar 17,5% atau Rp7.000, dari Rp40.000 menjadi Rp33.000 per kilogram. Penurunan juga terjadi pada ayam potong di Pasar Maesan sebesar 2,9% atau Rp1.000 (dari Rp35.000 menjadi Rp34.000 per kilogram), menunjukkan tren penurunan pada komoditas protein hewani.

Komoditas lain yang mengalami penurunan antara lain Bawang Putih di Pasar Prajekan sebesar 6,7% atau Rp2.000 (dari Rp30.000 menjadi Rp28.000 per kilogram), serta Cabai Merah Besar di Pasar Maesan yang turun sebesar 6,7% atau Rp2.000 (dari Rp30.000 menjadi Rp28.000 per kilogram). Selain itu, Minyak Goreng Curah di Pasar Maesan mengalami penurunan sebesar 4,8% atau Rp1.000 (dari Rp21.000 menjadi Rp20.000 per kilogram), dan Bawang Merah di Pasar Induk Bondowoso turun sebesar 2,8% atau Rp1.000 (dari Rp36.000 menjadi Rp35.000 per kilogram).

Secara umum, hasil monitoring menunjukkan adanya tren kenaikan harga pada kelompok komoditas hortikultura, khususnya cabai dan sayuran, yang dipengaruhi oleh faktor iklim, pasokan dan distribusi. Sementara itu, komoditas protein hewani seperti ayam potong menunjukkan tren penurunan harga yang mengindikasikan stabilitas pasokan di tingkat pasar. 

Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan akan terus melakukan pemantauan secara intensif serta koordinasi dengan para pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di masyarakat. (*dew)
 

Dokumentasi :


Mungkin Anda Juga Suka