Tren Harga Awal April 2026: Kenai...
Tren Harga Awal April 2026: Kenaikan Terjadi pada Cabe Rawit dan Tomat, Sementara Ayam Potong dan Wortel Alami Penurunan Signifikan
Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui hasil monitoring perkembangan harga bahan pokok dan barang strategis mencatat adanya pergerakan harga pada periode 30 Maret hingga 02 April 2026 di empat pasar pantauan (Pasar induk, Maesan, Wonosari, dan Prajekan). Secara umum, terjadi fluktuasi harga dengan kecenderungan penurunan pada beberapa komoditas utama, meskipun kenaikan masih terjadi pada komoditas hortikultura tertentu.
Berdasarkan disparitas tertinggi, Kenaikan Harga paling signifikan tercatat pada komoditas Tomat sayur di Pasar Wonosari sebesar 25,0% atau Rp2.000, dari Rp8.000 menjadi Rp10.000 per kilogram. Selanjutnya, Cabe Rawit Merah di Pasar Prajekan mengalami kenaikan sebesar 20,0% atau Rp10.000 (dari Rp50.000 menjadi Rp60.000), serta Bawang Putih di Pasar Prajekan naik 7,1% atau Rp2.000 (dari Rp28.000 menjadi Rp30.000). Kenaikan ini menunjukkan adanya tekanan harga pada kelompok komoditas hortikultura dan bumbu dapur.
Sementara itu, dari sisi Penurunan Harga, komoditas Wortel di Pasar Maesan mencatat penurunan tertinggi sebesar 16,7% atau Rp2.000, dari Rp12.000 menjadi Rp10.000 per kilogram. Penurunan signifikan juga terjadi pada Ayam Potong di Pasar Wonosari sebesar 15,0% atau Rp6.000 (Rp40.000 menjadi Rp34.000), diikuti Cabe Merah Besar di Pasar Wonosari yang turun 13,8% atau Rp4.000 (Rp29.000 menjadi Rp25.000). Selain itu, ayam potong di Pasar Maesan turun 7,9% atau Rp3.000 dan di Pasar Induk Bondowoso turun 5,4% atau Rp2.000.
Komoditas lainnya yang mengalami penurunan meliputi Bawang Merah di Pasar Induk Bondowoso sebesar 5,3% atau Rp2.000 (Rp38.000 menjadi Rp36.000), Cabe Rawit Merah di Pasar Wonosari sebesar 4,4% atau Rp3.000 (Rp68.000 menjadi Rp65.000), serta Gula Pasir Lokal di Pasar Maesan turun 2,9% atau Rp500. Kelompok protein dan pangan pokok seperti Telur Ayam Ras juga mengalami penurunan relatif merata, yakni di Pasar Maesan sebesar 5,1% atau Rp1.500, di Pasar Wonosari sebesar 3,5% atau Rp1.000, dan di Pasar Induk Bondowoso sebesar 3,4% atau Rp1.000.
Secara komparatif antar minggu, tren pergerakan harga menunjukkan adanya koreksi harga pada komoditas pangan hewani seperti ayam potong dan telur ayam ras, yang cenderung menurun di seluruh pasar pantauan. Di sisi lain, komoditas hortikultura menunjukkan pola fluktuatif, di mana sebagian mengalami kenaikan cukup signifikan (seperti tomat dan cabe rawit), namun sebagian lainnya justru mengalami penurunan (seperti cabe merah besar dan wortel). Hal ini mengindikasikan dinamika pasokan dan distribusi yang belum merata antar wilayah pasar.
Secara keseluruhan, kondisi harga pada awal April 2026 relatif terkendali dengan kecenderungan penurunan pada beberapa komoditas strategis. Namun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan terhadap potensi kenaikan pada komoditas hortikultura yang bersifat fluktuatif, guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. (*dew)

Dokumentasi :





Tren Harga Bapokting Bondowoso Me...