Tren Harga Bapokting Bondowoso Me...
Tren Harga Bapokting Bondowoso Menurun, Cabai Alami Penurunan Signifikan Hingga 44,4%
Berdasarkan hasil monitoring perkembangan harga sembilan bahan pokok dan komoditas strategis di empat pasar pantauan di Kabupaten Bondowoso yakni Pasar Induk, Wonosari, Maesan dan Prajekan, pada tanggal 26 Maret 2026, terpantau adanya dinamika harga yang cukup signifikan dibandingkan posisi tanggal 23 Maret 2026. Perubahan harga terjadi baik dalam bentuk kenaikan maupun penurunan, dengan Tren Dominan Menunjukkan Penurunan Harga pada sejumlah komoditas hortikultura dan pangan strategis.
Secara umum, disparitas penurunan harga tertinggi terjadi pada kelompok komoditas cabai, khususnya Cabe Rawit Merah yang mengalami penurunan sangat signifikan di seluruh pasar pantauan. Penurunan terdalam terjadi di Pasar Prajekan sebesar -44,4% atau turun sebesar Rp40.000 (dari Rp90.000 menjadi Rp50.000), diikuti Pasar Wonosari sebesar -38,6% atau turun Rp34.000 (dari Rp88.000 menjadi Rp54.000), Pasar Induk Bondowoso sebesar -35,0% atau turun Rp35.000, serta Pasar Maesan sebesar -34,7% atau turun Rp33.000. Penurunan tajam ini mengindikasikan adanya peningkatan pasokan atau penurunan permintaan dalam periode tersebut.
Masih pada kelompok cabai, Cabe Merah Besar juga menunjukkan tren penurunan yang cukup tajam. Penurunan tertinggi terjadi di Pasar Wonosari sebesar -34,2% atau Rp13.000 (dari Rp38.000 menjadi Rp25.000), diikuti Pasar Induk Bondowoso sebesar -30,0% atau Rp15.000, Pasar Prajekan sebesar -25,0% atau Rp10.000, serta Pasar Maesan sebesar -5,9% atau Rp2.000. Kondisi ini memperkuat indikasi tren penurunan harga pada komoditas hortikultura secara umum.
Pada kelompok komoditas protein hewani, Daging Sapi Kualitas Super mengalami penurunan harga di seluruh pasar pantauan, dengan penurunan tertinggi di Pasar Induk Bondowoso sebesar -14,3% atau Rp20.000 (dari Rp140.000 menjadi Rp120.000). Di Pasar Maesan turun -11,1% atau Rp15.000, dan di Pasar Prajekan turun -7,7% atau Rp10.000. Sementara itu, Ayam Potong di Pasar Induk Bondowoso mengalami penurunan sebesar -6,7% atau Rp3.000 (dari Rp45.000 menjadi Rp42.000), serta Telur Ayam Ras juga mengalami penurunan di beberapa pasar, yakni di Pasar Induk Bondowoso sebesar -6,5% atau Rp2.000 dan di Pasar Maesan sebesar -3,2% atau Rp1.000, meskipun di Pasar Wonosari justru mengalami kenaikan sebesar 1,7% atau Rp500.
Selanjutnya, pada kelompok bumbu dapur, Bawang Merah menunjukkan fluktuasi harga yang cukup variatif. Penurunan terbesar terjadi di Pasar Induk Bondowoso sebesar -20,5% atau Rp9.000 (dari Rp44.000 menjadi Rp35.000), diikuti Pasar Maesan sebesar -2,7% atau Rp1.000, sementara di Pasar Wonosari justru mengalami kenaikan sebesar 2,9% atau Rp1.000. Untuk Bawang Putih, terjadi penurunan di Pasar Induk Bondowoso sebesar -6,7% atau Rp2.000 dan di Pasar Maesan sebesar -6,3% atau Rp2.000.
Komoditas lain yang mengalami penurunan signifikan adalah Tomat Sayur di Pasar Induk Bondowoso sebesar -20,0% atau Rp2.000 (dari Rp10.000 menjadi Rp8.000), serta Minyak Goreng Curah yang turun di Pasar Induk Bondowoso sebesar -9,1% atau Rp2.000 dan di Pasar Maesan sebesar -2,4% atau Rp500.
Di sisi lain, terdapat beberapa Komoditas Yang Mengalami Kenaikan Harga, meskipun dalam persentase yang relatif terbatas. Kenaikan tertinggi terjadi pada Gas Elpiji 3 Kg di Pasar Maesan sebesar 5,3% atau Rp1.000 (dari Rp19.000 menjadi Rp20.000). Selain itu, Gula Pasir Lokal di Pasar Induk Bondowoso naik sebesar 2,9% atau Rp500, Bawang Merah di Pasar Wonosari naik 2,9% atau Rp1.000, Telur Ayam Ras di Pasar Wonosari naik 1,7% atau Rp500, serta Kedelai mengalami kenaikan tipis sebesar 0,5% atau Rp50.
Secara keseluruhan, hasil monitoring menunjukkan bahwa tren harga pada periode 23–26 Maret 2026 cenderung mengalami penurunan, terutama pada komoditas hortikultura seperti cabai dan tomat, serta beberapa komoditas pangan strategis lainnya. Penurunan ini berpotensi memberikan dampak positif terhadap daya beli masyarakat, khususnya pasca moment hari raya idul fitri. Sementara itu, kenaikan harga yang terjadi, masih dalam batas wajar dan relatif terkendali.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait, guna menjaga ketersediaan pasokan serta kestabilan harga di pasaran. (*dew)

Dokumentasi :



Tren Harga Bapokting Bondowoso Me...