Tren Harga Awal April 2026: Kenai...
Tren Harga Bapokting Akhir Maret 2026: Kenaikan Tertinggi pada Cabe Rawit, Penurunan Signifikan pada Wortel dan Cabe Merah Besar
Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui kegiatan monitoring rutin perkembangan harga bahan pokok dan barang strategis mencatat adanya dinamika harga yang cukup fluktuatif pada periode 26 Maret hingga 30 Maret 2026. Berdasarkan hasil pemantauan di 4 pasar utama Kabupaten Bondowoso yakni Pasar Induk, Maesan, Wonosari dan Prajekan, sejumlah komoditas menunjukkan perubahan harga baik kenaikan maupun penurunan, dengan disparitas yang bervariasi antar komoditas dan lokasi pasar.
Dari sisi Kenaikan Harga, komoditas dengan lonjakan tertinggi tercatat pada Cabe Rawit Merah di Pasar Wonosari yang mengalami kenaikan sebesar 25,9% atau Rp14.000, dari Rp54.000 menjadi Rp68.000 per kilogram. Kenaikan ini menjadi yang paling signifikan dibandingkan komoditas lainnya. Selain itu, Cabe Merah Besar di Pasar Wonosari juga mengalami kenaikan sebesar 16,0% atau Rp4.000 (dari Rp25.000 menjadi Rp29.000), serta Kubis di pasar yang sama naik 12,5% atau Rp1.000 (dari Rp8.000 menjadi Rp9.000). Komoditas lain yang mengalami kenaikan antara lain Tomat Sayur di Pasar Prajekan sebesar 11,1% atau Rp1.000 (Rp9.000 menjadi Rp10.000), dan Bawang Merah di Pasar Induk Bondowoso sebesar 8,6% atau Rp3.000 (Rp35.000 menjadi Rp38.000). Sementara itu, kenaikan relatif lebih rendah terjadi pada cabe rawit merah di Pasar Induk Bondowoso sebesar 7,7% atau Rp5.000, di Pasar Maesan sebesar 4,8% atau Rp3.000, serta Minyak Goreng Curah di Pasar Maesan sebesar 2,4% atau Rp500.
Di sisi lain, Penurunan Harga juga cukup dominan pada beberapa komoditas, dengan disparitas tertinggi terjadi pada Wortel di Pasar Wonosari yang turun sebesar 23,1% atau Rp3.000, dari Rp13.000 menjadi Rp10.000 per kilogram. Penurunan signifikan juga terjadi pada Cabe Merah Besar di Pasar Induk Bondowoso sebesar 20,0% atau Rp7.000 (Rp35.000 menjadi Rp28.000), serta di Pasar Prajekan sebesar 16,7% atau Rp5.000 (Rp30.000 menjadi Rp25.000). Kacang Hijau di Pasar Maesan turut mengalami penurunan sebesar 16,7% atau Rp6.000, dari Rp36.000 menjadi Rp30.000.
Komoditas lainnya yang mengalami penurunan antara lain Ayam Potong di Pasar Induk Bondowoso sebesar 11,9% atau Rp5.000 (Rp42.000 menjadi Rp37.000), dan di Pasar Maesan sebesar 9,5% atau Rp4.000. Kubis di Pasar Prajekan turun 12,5% atau Rp1.000 (Rp8.000 menjadi Rp7.000). Bawang Merah menunjukkan tren penurunan di beberapa pasar, yaitu di Pasar Prajekan sebesar 5,9% atau Rp2.000, di Pasar Wonosari sebesar 2,9% atau Rp1.000, dan di Pasar Maesan sebesar 2,8% atau Rp1.000. Selain itu, Telur Ayam Ras juga mengalami penurunan ringan, masing-masing sebesar 3,4% atau Rp1.000 di Pasar Wonosari dan 1,7% atau Rp500 di Pasar Maesan.
Secara komparatif, tren pergerakan harga pada akhir Maret 2026 menunjukkan adanya tekanan kenaikan pada kelompok komoditas hortikultura, khususnya jenis cabai, yang cenderung mengalami lonjakan signifikan di beberapa pasar. Namun demikian, di saat yang sama juga terjadi penurunan harga cukup tajam pada komoditi cabe merah besar di Pasar Induk Bondowoso dan Prajekan. Hal ini mengindikasikan adanya ketidakseimbangan distribusi dan pasokan antar wilayah pasar.
Secara umum, dinamika harga pada periode ini mencerminkan kondisi pasar yang fluktuatif dengan kecenderungan disparitas harga antar pasar yang cukup tinggi. Oleh karena itu, Pemkab Bondowoso melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan berupaya melakukan sejumlah langkah pengendalian dan stabilisasi harga, salah satunya melalui penguatan distribusi, pemantauan harga dan pasokan secara rutin, serta koordinasi lintas sektor guna menjaga kestabilan harga dan daya beli masyarakat. (*dew)

Dokumentasi :
.jpeg)


Tren Harga Bapokting Bondowoso Me...