Awal Juli, Harga Sejumlah Komodit...
Harga Komoditas Pangan di Empat Pasar Pantauan Bondowoso Didominasi Penurunan pada Akhir Juni 2026
Berdasarkan hasil monitoring perkembangan harga sembilan bahan pokok, barang strategis, dan barang penting lainnya yang dilaksanakan pada 29 Juni 2026 di empat pasar pantauan, yaitu Pasar Induk Bondowoso, Pasar Maesan, Pasar Wonosari, dan Pasar Prajekan, terpantau sejumlah komoditas mengalami penurunan harga dibandingkan hasil monitoring sebelumnya pada 25 Juni 2026. Secara umum, pergerakan harga pada periode ini menunjukkan tren yang relatif kondusif dengan dominasi penurunan harga pada komoditas hortikultura dan bahan pangan segar.
Penurunan harga paling signifikan terjadi pada komoditas tomat sayur di Pasar Wonosari, yang turun sebesar 37,5%, dari Rp8.000/kg menjadi Rp5.000/kg, atau mengalami penurunan sebesar Rp3.000/kg.
Selanjutnya, cabai rawit merah menjadi komoditas dengan penurunan harga yang terjadi di seluruh pasar pantauan. Penurunan tertinggi tercatat di Pasar Prajekan, yaitu sebesar 25,0%, dari Rp40.000/kg menjadi Rp30.000/kg atau turun Rp10.000/kg. Sementara itu, di Pasar Wonosari harga turun 21,7% dari Rp46.000/kg menjadi Rp36.000/kg, atau berkurang Rp10.000/kg. Adapun di Pasar Induk Bondowoso dan Pasar Maesan, harga masing-masing turun 11,1%, dari Rp45.000/kg menjadi Rp40.000/kg, dengan penurunan nominal Rp5.000/kg.
Komoditas bawang merah juga mengalami penurunan harga di dua pasar. Di Pasar Prajekan, harga turun cukup tajam sebesar 21,1%, dari Rp38.000/kg menjadi Rp30.000/kg, atau turun Rp8.000/kg. Sedangkan di Pasar Induk Bondowoso, harga turun 4,8%, dari Rp42.000/kg menjadi Rp40.000/kg, dengan selisih penurunan Rp2.000/kg.
Pada kelompok sayuran, wortel di Pasar Prajekan mengalami penurunan sebesar 20,0%, dari Rp20.000/kg menjadi Rp16.000/kg, atau turun Rp4.000/kg. Sementara itu, telur ayam ras di pasar yang sama turun 16,0%, dari Rp25.000/kg menjadi Rp21.000/kg, dengan penurunan sebesar Rp4.000/kg.
Komoditas cabai merah besar juga menunjukkan tren penurunan harga di dua pasar. Di Pasar Wonosari, harga turun 14,3%, dari Rp28.000/kg menjadi Rp24.000/kg, atau turun Rp4.000/kg. Sedangkan di Pasar Induk Bondowoso, harga turun 13,3%, dari Rp30.000/kg menjadi Rp26.000/kg, dengan penurunan nominal Rp4.000/kg.
Penurunan harga juga terjadi pada kubis di Pasar Prajekan sebesar 14,3%, dari Rp7.000/kg menjadi Rp6.000/kg, atau turun Rp1.000/kg. Selanjutnya, tomat sayur di Pasar Induk Bondowoso dan Pasar Maesan masing-masing mengalami penurunan 12,5%, dari Rp8.000/kg menjadi Rp7.000/kg, dengan selisih harga sebesar Rp1.000/kg.
Komoditas lainnya yang turut mengalami penurunan adalah kentang di Pasar Induk Bondowoso, yang turun 6,7% dari Rp15.000/kg menjadi Rp14.000/kg, atau berkurang Rp1.000/kg. Sementara itu, ayam potong di Pasar Induk Bondowoso mengalami penurunan sebesar 3,6%, dari Rp28.000/kg menjadi Rp27.000/kg, dengan selisih harga Rp1.000/kg.
Berdasarkan hasil monitoring tersebut, dapat disimpulkan bahwa dibandingkan periode 25 Juni 2026, perkembangan harga pada 29 Juni 2026 didominasi oleh penurunan harga pada berbagai komoditas pangan, terutama kelompok hortikultura seperti tomat, cabai, bawang merah, dan sayuran. Penurunan harga yang terjadi mengindikasikan bahwa pasokan komoditas di pasar relatif mencukupi sehingga memberikan pengaruh positif terhadap stabilitas harga di tingkat konsumen.
Pemkab Bondowoso melalui Diskoperindag Kabupaten akan terus melakukan monitoring dan pemantauan perkembangan harga serta ketersediaan pasokan secara rutin, sebagai upaya menjaga stabilitas harga, mendukung pengendalian inflasi daerah, serta memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang wajar.(*dew)

Dokumentasi kegiatan pemantauan dan pencatatan harga pasar di Pasar Induk Bondowoso dan Pasar Maesan :


