Awal Juli, Harga Sejumlah Komodit...
Awal Juli, Harga Sejumlah Komoditas di Empat Pasar Bondowoso Berfluktuasi, Ayam Potong dan Telur Cenderung Turun
Bondowoso– Hasil monitoring perkembangan harga sembilan bahan pokok (sembako), barang strategis, dan barang penting lainnya pada Kamis (2/7/2026) menunjukkan adanya fluktuasi harga pada sejumlah komoditas di empat pasar pantauan, yakni Pasar Induk Bondowoso, Pasar Maesan, Pasar Wonosari, dan Pasar Prajekan.
Dibandingkan hasil pemantauan sebelumnya pada 29 Juni 2026, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan maupun penurunan harga dengan besaran yang bervariasi.
Komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain bawang merah di Pasar Prajekan yang naik sebesar Rp4.000 per kilogram, dari Rp30.000 menjadi Rp34.000 atau meningkat 13,3 %. Selanjutnya cabai rawit merah di Pasar Prajekan juga mengalami kenaikan Rp5.000 per kilogram, dari Rp30.000 menjadi Rp35.000 atau naik 16,7 %.
Di Pasar Induk Bondowoso, kentang mengalami kenaikan sebesar Rp1.000 per kilogram, dari Rp14.000 menjadi Rp15.000 atau meningkat 7,1 %, sedangkan kubis naik Rp2.000 per kilogram, dari Rp6.000 menjadi Rp8.000 atau meningkat 33,3 %.
Sementara itu, penurunan harga lebih banyak terjadi pada komoditas hortikultura, peternakan, dan telur ayam ras. Ayam potong tercatat turun Rp2.000 per kilogram di Pasar Wonosari dan Pasar Maesan, masing-masing dari Rp28.000 menjadi Rp26.000 atau turun 7,1 %. Di Pasar Prajekan, harga ayam potong turun lebih dalam sebesar Rp4.000 per kilogram, dari Rp28.000 menjadi Rp24.000 atau turun 14,3 %.
Untuk komoditas cabai merah besar, harga di Pasar Induk Bondowoso turun Rp1.000 per kilogram, dari Rp26.000 menjadi Rp25.000 atau turun 3,8 %. Di Pasar Maesan turun Rp2.000 per kilogram, dari Rp32.000 menjadi Rp30.000 atau turun 6,3 %, sedangkan di Pasar Prajekan mengalami penurunan paling signifikan, yakni Rp12.000 per kilogram, dari Rp40.000 menjadi Rp28.000 atau turun 30 %.
Komoditas cabai rawit merah di Pasar Induk Bondowoso juga mengalami penurunan sebesar Rp2.000 per kilogram, dari Rp40.000 menjadi Rp38.000 atau turun 5 %. Sementara di Pasar Maesan, harga turun Rp10.000 per kilogram, dari Rp40.000 menjadi Rp30.000 atau turun 25 %.
Penurunan cukup tajam juga terjadi pada tomat sayur di Pasar Maesan yang turun Rp3.000 per kilogram, dari Rp7.000 menjadi Rp4.000 atau turun 42,9 %. Selain itu, wortel di Pasar Maesan turun Rp2.000 per kilogram, dari Rp16.000 menjadi Rp14.000 atau turun 12,5 %.
Pada komoditas telur ayam ras, harga di Pasar Induk Bondowoso turun Rp1.000 per kilogram, dari Rp24.000 menjadi Rp23.000 atau turun 4,2 %. Sedangkan di Pasar Maesan, harga turun Rp4.000 per kilogram, dari Rp24.500 menjadi Rp20.500 atau turun 16,3 %.
Secara umum, kondisi harga pasar pada awal Juli 2026 relatif stabil meskipun terjadi fluktuasi harga pada beberapa komoditas. Kenaikan harga bawang merah, cabai rawit merah, kentang, dan kubis diduga dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan dari daerah produsen. Di sisi lain, penurunan harga ayam potong, telur ayam ras, serta sejumlah komoditas hortikultura mengindikasikan pasokan yang cukup melimpah sehingga mampu menekan harga di tingkat pedagang.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan secara rutin akan terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok guna menjaga stabilitas pasokan serta memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat sebagai bahan pertimbangan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. (*dew)

Dokumentasi Kegiatan Pemantauan dan Pencatatan Harga Pasar oleh petugas, di Pasar Induk Bondowoso, Pasar Maesan, Pasar Wonosari dan Pasar Prajekan :




