INFORMASI HARGA PASAR TANGGAL 21 MEI 2026

Kenaikan Harga Cabai Rawit Warnai Monitoring Pasar Bondowoso Pekan Ini

Bondowoso-Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui kegiatan monitoring harga bahan pokok kembali mencatat adanya perubahan harga sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat di empat pasar pantauan, yakni Pasar Induk Bondowoso, Pasar Maesan, Pasar Wonosari, dan Pasar Prajekan pada 21 Mei 2026.

Berdasarkan hasil pemantauan dibandingkan data sebelumnya pada 18 Mei 2026, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, terutama kelompok cabai dan bawang merah. Sementara itu, sejumlah bahan pokok lainnya justru menunjukkan tren penurunan harga.

Kenaikan harga tertinggi terjadi pada komoditas cabe rawit merah di Pasar Wonosari yang naik sebesar Rp21.000 per kilogram, dari Rp56.000 menjadi Rp77.000 per kilogram atau meningkat 37,5 persen. Selain itu, bawang merah di Pasar Wonosari juga mengalami kenaikan cukup signifikan sebesar Rp6.000 per kilogram, dari Rp34.000 menjadi Rp40.000 per kilogram atau naik 17,6 persen Di Pasar Induk Bondowoso, bawang merah naik Rp2.000 per kilogram dari Rp40.000 menjadi Rp42.000 per kilogram. Cabe rawit merah di pasar yang sama juga mengalami kenaikan Rp2.000 per kilogram, dari Rp65.000 menjadi Rp67.000 per kilogram.

Kenaikan harga cabe rawit merah turut terjadi di Pasar Maesan sebesar Rp5.000 per kilogram, dari Rp70.000 menjadi Rp75.000 per kilogram, serta di Pasar Prajekan naik Rp4.000 per kilogram dari Rp68.000 menjadi Rp72.000 per kilogram. Sementara itu, cabe merah besar di Pasar Wonosari tercatat naik Rp3.000 per kilogram dari Rp38.000 menjadi Rp41.000 per kilogram. Komoditas kedelai di Pasar Induk Bondowoso juga mengalami kenaikan Rp500 per kilogram dari Rp10.000 menjadi Rp10.500 per kilogram. Sedangkan minyak goreng curah di Pasar Maesan naik Rp1.000 per kilogram dari Rp18.500 menjadi Rp19.500 per kilogram.

Di sisi lain, Sejumlah Komoditas Mengalami Penurunan Harga. Penurunan paling tajam terjadi pada tomat sayur di Pasar Wonosari yang turun Rp3.000 per kilogram dari Rp12.000 menjadi Rp9.000 per kilogram atau turun 25 persen.

Bawang putih di Pasar Wonosari juga turun cukup signifikan sebesar Rp4.000 per kilogram, dari Rp30.000 menjadi Rp26.000 per kilogram. Cabe merah besar di Pasar Prajekan turun Rp4.000 per kilogram dari Rp46.000 menjadi Rp42.000 per kilogram.

Selain itu, cabe merah besar di Pasar Maesan turun Rp2.000 per kilogram dari Rp42.000 menjadi Rp40.000 per kilogram, sedangkan di Pasar Induk Bondowoso turun Rp1.000 per kilogram dari Rp42.000 menjadi Rp41.000 per kilogram. Untuk komoditas telur ayam ras, harga terpantau menurun di beberapa pasar. Di Pasar Induk Bondowoso dan Pasar Wonosari, harga telur turun Rp1.000 per kilogram dari Rp26.000 menjadi Rp25.000 per kilogram. Sementara di Pasar Maesan turun Rp500 per kilogram dari Rp25.000 menjadi Rp24.500 per kilogram. Adapun gula pasir lokal di Pasar Maesan mengalami penurunan tipis sebesar Rp500 per kilogram dari Rp17.500 menjadi Rp17.000 per kilogram.

Secara umum, fluktuasi harga pada pekan ini dipengaruhi oleh pasokan komoditas hortikultura yang belum stabil, khususnya cabai dan bawang merah. Tingginya permintaan pasar serta distribusi yang terbatas diduga menjadi faktor utama kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut. Sementara itu, penurunan harga telur, tomat, dan bawang putih dipengaruhi oleh pasokan yang relatif mencukupi di tingkat pedagang.

Pemerintah daerah, melalui Diskoperindag Kabupaten Bondowoso akan terus melakukan pemantauan harga secara berkala guna menjaga stabilitas harga bahan pokok serta memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat. (*dew)

Dokumentasi Kegiatan Pemantauan Harga di Pasar Wonosari dan Pasar Maesan :

 

Mungkin Anda Juga Suka