UPDATE HARGA BAPOKTING, 4 MEI 202...
UPDATE HARGA BAPOKTING, 4 MEI 2026 : Harga Cabai dan Tomat Meroket, Minyak Goreng Turun
Bondowoso, 4 Mei 2026 — Perkembangan harga kebutuhan pokok di empat pasar pantauan, yakni Pasar Induk Bondowoso, Maesan, Wonosari, dan Prajekan, menunjukkan tren kenaikan pada sejumlah komoditas strategis. Berdasarkan hasil monitoring per 4 Mei 2026, lonjakan harga paling mencolok terjadi pada komoditas cabai dan tomat, sementara beberapa komoditas lain mengalami penurunan.
Kenaikan tertinggi tercatat pada komoditas tomat sayur di Pasar Wonosari yang melonjak dari Rp6.000 menjadi Rp20.000 per kilogram, atau naik sebesar 233,3 persen dengan selisih nominal Rp14.000. Disusul tomat di Pasar Maesan yang naik dari Rp8.000 menjadi Rp12.000 (naik 50 persen atau Rp4.000), serta di Pasar Prajekan dari Rp8.000 menjadi Rp11.000 (naik 37,5 persen atau Rp3.000). Sementara itu, di Pasar Induk Bondowoso, tomat naik dari Rp8.000 menjadi Rp10.000 atau bertambah Rp2.000 (25 persen).
Lonjakan signifikan juga terjadi pada cabai rawit merah, khususnya di Pasar Prajekan yang naik drastis dari Rp40.000 menjadi Rp60.000 per kilogram atau meningkat 50 persen dengan selisih Rp20.000. Di Pasar Maesan dan Wonosari, harga cabai rawit merah juga naik dari Rp50.000 menjadi Rp60.000 (naik 20 persen atau Rp10.000). Sedangkan di Pasar Induk Bondowoso, harga naik dari Rp48.000 menjadi Rp54.000 atau bertambah Rp6.000 (12,5 persen).
Untuk cabai merah besar, kenaikan tertinggi terjadi di Pasar Prajekan dari Rp40.000 menjadi Rp44.000 (naik 10 persen atau Rp4.000). Di Pasar Wonosari, harga naik dari Rp42.000 menjadi Rp44.000 (naik 4,8 persen atau Rp2.000), serta di Pasar Induk Bondowoso dan Maesan masing-masing naik dari Rp40.000 menjadi Rp42.000 (naik 5 persen atau Rp2.000).
Komoditas ayam potong juga mengalami kenaikan merata di seluruh pasar. Di Pasar Wonosari, harga naik dari Rp33.000 menjadi Rp36.000 (naik 9,1 persen atau Rp3.000), sementara di Pasar Induk Bondowoso, Maesan, dan Prajekan masing-masing naik dari Rp33.000 menjadi Rp35.000 (naik 6,1 persen atau Rp2.000).
Kenaikan juga terjadi pada bawang merah di Pasar Maesan dari Rp38.000 menjadi Rp40.000 (naik 5,3 persen atau Rp2.000), serta bawang putih di Bondowoso dari Rp27.000 menjadi Rp28.000 (naik 3,7 persen atau Rp1.000). Telur ayam ras di Maesan turut mengalami kenaikan dari Rp25.000 menjadi Rp26.000 (naik 4 persen atau Rp1.000).
Di sisi lain, terdapat beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga. Minyak goreng curah di Pasar Maesan turun signifikan dari Rp21.500 menjadi Rp18.500 per liter (turun 14 persen atau Rp3.000). Selain itu, gula pasir lokal di Pasar Wonosari juga turun dari Rp18.000 menjadi Rp17.500 (turun 2,8 persen atau Rp500).
Kenaikan harga cabai dan tomat diduga dipengaruhi oleh faktor pasokan yang berkurang akibat kondisi cuaca yang tidak menentu, sehingga berdampak pada hasil panen. Permintaan yang relatif stabil bahkan cenderung meningkat turut memperkuat tekanan harga di pasar.
Sementara itu, penurunan harga minyak goreng curah mengindikasikan adanya peningkatan distribusi atau pasokan di tingkat pasar, sehingga mampu menekan harga. Stabilitas pasokan menjadi faktor kunci dalam menjaga keseimbangan harga di tengah fluktuasi kebutuhan masyarakat.
Secara umum, kondisi pasar menunjukkan adanya tekanan inflasi pada komoditas hortikultura, namun masih diimbangi dengan penurunan pada beberapa komoditas strategis lainnya. Pemerintah daerah melalui Diskoperindag Kabupaten Bondowoso, akan terus melakukan pemantauan guna menjaga kestabilan harga dan daya beli masyarakat.(*dew)

Dokumentasi Kegiatan Pemantauan & Pencatatan Harga Pasar :

