Harga Cabai Merah Besar Melonjak...
Harga Cabai Merah Besar Melonjak Hingga 33 Persen, Cabai Rawit dan Telur Kompak Turun
Bondowoso, 13 April 2026 — Perkembangan harga bahan pokok dan komoditas strategis di empat pasar pantauan (Pasar Induk Bondowoso, Pasar Maesan, Pasar Wonosari dan Pasar Prajekan) menunjukkan dinamika yang cukup signifikan. Berdasarkan hasil monitoring pada 13 April 2026, sejumlah komoditas mengalami kenaikan dan penurunan harga dibandingkan kondisi per 9 April 2026.
Kenaikan Harga Tertinggi terjadi pada komoditas Cabai Merah Besar di Pasar Prajekan yang melonjak sebesar 33,3 persen atau Rp10.000, dari Rp30.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. Di Pasar Maesan, komoditas yang sama juga mengalami kenaikan sebesar 21,4 persen atau Rp6.000, dari Rp28.000 menjadi Rp34.000 per kilogram. Selain itu, Gula Pasir Lokal di Pasar Wonosari naik sebesar 6,1 persen atau Rp1.000, dari Rp16.500 menjadi Rp17.500 per kilogram, serta MINYAKITA di Pasar Maesan naik tipis 1,9 persen atau Rp300, dari Rp15.700 menjadi Rp16.000 per liter.
Sementara itu, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga. Penurunan Paling Signifikan terjadi pada Cabai Rawit Merah di Pasar Prajekan sebesar 21,4 persen atau Rp15.000, dari Rp70.000 menjadi Rp55.000 per kilogram. Di Pasar Wonosari, Cabai Rawit Merah turun 12,5 persen atau Rp8.000, dari Rp64.000 menjadi Rp56.000, serta di Pasar Induk Bondowoso turun 8,8 persen atau Rp6.000, dari Rp68.000 menjadi Rp62.000 per kilogram.
Harga Telur Ayam ras juga menunjukkan tren penurunan di seluruh pasar pantauan, yakni di Pasar Wonosari dan Pasar Induk Bondowoso masing-masing turun 7,1 persen atau Rp2.000 (dari Rp28.000 menjadi Rp26.000), serta di Pasar Maesan turun 3,6 persen atau Rp1.000 menjadi Rp27.000 per kilogram.
Di sisi lain, Bawang Merah di Pasar Prajekan mengalami penurunan tipis sebesar 2,8 persen atau Rp1.000, dari Rp36.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. Cabai merah besar di Pasar Induk Bondowoso juga turun 3,0 persen atau Rp1.000, dari Rp33.000 menjadi Rp32.000 per kilogram.
Secara umum, lonjakan harga cabai merah besar diduga dipengaruhi oleh terbatasnya pasokan dan tingginya permintaan pasar, sementara penurunan tajam pada cabai rawit merah mengindikasikan adanya peningkatan distribusi dari daerah pemasok. Penurunan harga telur ayam ras juga menunjukkan kondisi pasokan yang relatif stabil dan mencukupi di pasaran.
Pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kab. Bondowoso terus melakukan pemantauan intensif guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman, serta mengantisipasi potensi gejolak harga di pasar tradisional. (*dew)

Dokumentasi :
.jpeg)

