INFORMASI HARGA PASAR, KAMIS TANGGAL 16 APRIL 2026

Tomat Melonjak hingga 25 %, Ini Perkembangan Harga Terbaru di Bondowoso

Bondowoso, 16 April 2026 — Perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Bondowoso menunjukkan tren kenaikan pada sejumlah komoditas strategis. Berdasarkan hasil monitoring di empat pasar pantauan, yakni Pasar Induk Bondowoso, Pasar Maesan, Pasar Wonosari, dan Pasar Prajekan, tercatat beberapa komoditas mengalami fluktuasi harga signifikan dibandingkan periode 13 April 2026.

Kenaikan Harga Tertinggi terjadi pada komoditas Tomat Sayur di Pasar Induk Bondowoso yang naik sebesar 25 % atau Rp2.000, dari Rp8.000 menjadi Rp10.000 per kilogram. Disusul tomat sayur di Pasar Wonosari yang meningkat 20 % atau Rp2.000, dari Rp10.000 menjadi Rp12.000 per kilogram.

Lonjakan juga terjadi pada Cabe Merah Besar di Pasar Induk Bondowoso yang naik cukup signifikan sebesar 15,6 % atau Rp5.000, dari Rp32.000 menjadi Rp37.000 per kilogram. Sementara itu, di Pasar Wonosari dan Pasar Maesan, cabe merah besar masing-masing naik sebesar Rp2.000 (5,6 %) dan Rp1.000 (2,9 %).

Komoditas lain yang turut mengalami kenaikan adalah Bawang Merah di Pasar Induk Bondowoso sebesar Rp2.000 (5 %), dari Rp40.000 menjadi Rp42.000 per kilogram. Gula Pasir Lokal juga mengalami kenaikan di Pasar Wonosari sebesar Rp1.200 (6,9 %) dan di Pasar Maesan sebesar Rp1.000 (5,9 %).

Kenaikan harga juga tercatat pada Ayam Potong di Pasar Induk Bondowoso dan Pasar Maesan yang masing-masing naik Rp1.000 (3 %), dari Rp33.000 menjadi Rp34.000 per kilogram. Selain itu, Telur Ayam Ras naik Rp1.000 (3,8 %) dari Rp26.000 menjadi Rp27.000 per kilogram, serta Minyak Goreng Curah naik Rp1.000 (5 %) dari Rp20.000 menjadi Rp21.000 per kilogram. Kedelai juga mengalami kenaikan tipis sebesar Rp200 (2 %).

Di sisi lain, Beberapa Komoditas Mengalami Penurunan Harga. Penurunan paling signifikan terjadi pada Kubis di Pasar Induk Bondowoso yang turun 16,7 % atau Rp1.000, dari Rp6.000 menjadi Rp5.000 per kilogram, serta di Pasar Maesan turun Rp1.000 (12,5 %). Cabe Rawit Merah di Pasar Maesan juga mengalami penurunan cukup dalam sebesar Rp10.000 (15,4 %), dari Rp65.000 menjadi Rp55.000 per kilogram, sementara di Pasar Induk Bondowoso turun Rp2.000 (3,2 %).

Kenaikan harga pada komoditas hortikultura seperti tomat dan cabe merah diduga dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan akibat faktor cuaca dan distribusi, yang menyebabkan ketidakseimbangan antara suplai dan permintaan. Sementara itu, kenaikan pada komoditas protein seperti ayam dan telur cenderung dipicu oleh meningkatnya permintaan pasca hari besar keagamaan.

Di sisi lain, penurunan harga cabe rawit dan kubis mengindikasikan adanya peningkatan pasokan di pasar, sehingga harga menjadi lebih terkendali. Secara umum, kondisi pasar di Bondowoso masih dalam kategori fluktuatif, dengan kecenderungan kenaikan pada komoditas utama yang perlu diwaspadai guna menjaga stabilitas daya beli masyarakat.

Pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan kestabilan harga dan ketersediaan pasokan di pasar. (*dew)

Dokumentasi :

 

Mungkin Anda Juga Suka