Update Harga 27 April 2026: Bawan...
Harga Bapokting Bondowoso Fluktuatif, Cabe Merah Besar Naik Tajam, Cabe Rawit dan Tomat Turun Signifikan
Bondowoso, 23 April 2026 — Perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Bondowoso kembali menunjukkan dinamika yang cukup tajam. Berdasarkan hasil monitoring pada 20 hingga 23 April 2026 di empat pasar pantauan, yaitu Pasar Induk Bondowoso, Pasar Maesan, Pasar Wonosari, dan Pasar Prajekan, sejumlah komoditas strategis tercatat mengalami kenaikan maupun penurunan harga.
Kenaikan harga tertinggi terjadi pada komoditas cabe merah besar di Pasar Wonosari yang melonjak sebesar 25 persen atau Rp9.000, dari Rp36.000 menjadi Rp45.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi di Pasar Maesan sebesar Rp5.000 (14,3 persen), dari Rp35.000 menjadi Rp40.000, serta di Pasar Induk Bondowoso naik Rp3.000 (8,6 persen), dari Rp35.000 menjadi Rp38.000 per kilogram.
Selain itu, beberapa komoditas lain yang mengalami kenaikan harga antara lain bawang putih di Pasar Prajekan naik Rp1.000 (3,7 persen) dari Rp27.000 menjadi Rp28.000 per kilogram. Kedelai di Pasar Induk Bondowoso juga mengalami kenaikan Rp500 (5 persen), dari Rp10.000 menjadi Rp10.500 per kilogram. Komoditas kentang di Pasar Prajekan naik Rp1.000 (7,7 persen), dari Rp13.000 menjadi Rp14.000, serta gula pasir lokal di Pasar Prajekan naik Rp1.000 (6,3 persen), dari Rp16.000 menjadi Rp17.000 per kilogram.
Di sisi lain, penurunan harga cukup signifikan terjadi pada sejumlah komoditas hortikultura. Tomat sayur di Pasar Wonosari mengalami penurunan paling dalam sebesar 25 persen atau Rp3.000, dari Rp12.000 menjadi Rp9.000 per kilogram. Penurunan juga terjadi di Pasar Induk Bondowoso sebesar Rp1.000 (10 persen), dari Rp10.000 menjadi Rp9.000.
Komoditas cabe rawit merah juga mengalami penurunan di beberapa pasar, di antaranya di Pasar Wonosari turun sebesar Rp11.000 (19,6 persen), dari Rp56.000 menjadi Rp45.000 per kilogram. Sementara di Pasar Maesan dan Pasar Prajekan masing-masing turun Rp5.000 (9,1 persen), dari Rp55.000 menjadi Rp50.000 per kilogram.
Penurunan harga juga terjadi pada gas elpiji 3 kg di Pasar Maesan yang turun cukup signifikan sebesar Rp4.000 (18,2 persen), dari Rp22.000 menjadi Rp18.000 per tabung. Selain itu, bawang merah di Pasar Maesan turun Rp3.000 (8,6 persen) dari Rp35.000 menjadi Rp32.000, serta di Pasar Induk Bondowoso turun Rp1.000 (2,6 persen). Gula pasir lokal di Pasar Maesan turun Rp500 (2,8 persen), dan telur ayam ras di Pasar Induk Bondowoso turun Rp1.000 (3,7 persen).
Kenaikan harga cabe merah besar yang terjadi di seluruh pasar pantauan mengindikasikan adanya tekanan pada sisi pasokan, yang kemungkinan dipengaruhi oleh faktor cuaca serta distribusi dari daerah pemasok. Sementara itu, kenaikan komoditas lain seperti kedelai, kentang, dan gula cenderung dipicu oleh biaya distribusi dan ketersediaan stok.
Di sisi lain, penurunan harga pada cabe rawit merah dan tomat menunjukkan adanya peningkatan pasokan di pasar, sehingga harga menjadi lebih terkendali. Penurunan harga gas elpiji 3 kg juga mengindikasikan distribusi yang relatif lancar pada periode tersebut.
Secara umum, kondisi pasar di Bondowoso masih berada dalam situasi fluktuatif dengan kecenderungan kenaikan pada komoditas tertentu dan penurunan pada komoditas lainnya. Pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kab. Bondowoso akan terus melakukan pemantauan secara intensif guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. (*dew)

Dokumentasi Kegiatan Pemantauan Harga :




