INFORMASI HARGA PASAR TANGGAL 20 APRIL 2026

Harga Bapokting di Bondowoso Didominasi Penurunan, Kubis Anjlok Hingga 37,5 Persen

Bondowoso, 20 April 2026 — Perkembangan harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bondowoso menunjukkan tren penurunan pada mayoritas komoditas. Berdasarkan hasil monitoring pada 20 April 2026 di empat pasar pantauan, yakni Pasar Induk Bondowoso, Pasar Maesan, Pasar Wonosari, dan Pasar Prajekan, tercatat sebagian besar komoditas mengalami koreksi harga dibandingkan kondisi per 16 April 2026.

Penurunan harga paling signifikan terjadi pada komoditas Kubis di Pasar Prajekan yang turun sebesar 37,5 persen, dari Rp 8.000 menjadi Rp 5.000 per kilogram atau selisih Rp 3.000. Disusul Bawang Merah di Pasar Induk Bondowoso yang turun 9,5 persen dari Rp 42.000 menjadi Rp 38.000 (turun Rp 4.000), serta bawang merah di Pasar Prajekan yang turun 8,6 persen dari Rp 35.000 menjadi Rp 32.000 (turun Rp 3.000).

Komoditas lain yang juga mengalami penurunan antara lain Kentang di Pasar Prajekan turun 7,1 persen dari Rp 14.000 menjadi Rp 13.000 (turun Rp 1.000), Minyak Goreng Curah di Pasar Maesan turun 7,5 persen dari Rp 20.000 menjadi Rp 18.500 (turun Rp 1.500), serta Telur Ayam Ras di Pasar Maesan turun 7,4 persen dari Rp 27.000 menjadi Rp 25.000 (turun Rp 2.000).

Selanjutnya, Cabe Merah Besar di Pasar Induk Bondowoso turun 5,4 persen dari Rp 37.000 menjadi Rp 35.000 (turun Rp 2.000), dan di Pasar Wonosari turun 5,3 persen dari Rp 38.000 menjadi Rp 36.000 (turun Rp 2.000). CABE RAWIT MERAH di Pasar Induk Bondowoso juga mengalami penurunan sebesar 3,3 persen dari Rp 60.000 menjadi Rp 58.000 (turun Rp 2.000).

Sementara itu, komoditas Bawang Putih di Pasar Prajekan turun 3,6 persen dari Rp 28.000 menjadi Rp 27.000 (turun Rp 1.000), gula pasir lokal di Pasar Wonosari turun 3,7 persen dari Rp 18.700 menjadi Rp 18.000 (turun Rp 700), serta telur ayam ras di Pasar Wonosari turun 3,8 persen dari Rp 26.000 menjadi Rp 25.000 (turun Rp 1.000). Ayam Potong di Pasar Maesan juga turun 2,9 persen dari Rp 34.000 menjadi Rp 33.000 (turun Rp 1.000), dan bawang merah di Pasar Wonosari turun 2,9 persen dari Rp 34.000 menjadi Rp 33.000 (turun Rp 1.000).

Di tengah tren penurunan tersebut, hanya komoditas daging super di Pasar Maesan yang mengalami kenaikan harga sebesar 4,2 persen, dari Rp 120.000 menjadi Rp 125.000 per kilogram atau naik Rp 5.000.

Secara umum, penurunan harga sejumlah komoditas hortikultura seperti bawang, cabai, dan kubis mengindikasikan ketersediaan pasokan yang cukup di pasar, kemungkinan didukung oleh kelancaran distribusi serta hasil panen yang relatif stabil. Penurunan harga minyak goreng dan gula juga menunjukkan kondisi pasokan yang terjaga.

Sementara itu, kenaikan harga daging sapi diduga dipengaruhi oleh peningkatan permintaan serta peningkatan harga Sapi menjelang moment hari raya idul Adha.

Dengan kondisi ini, daya beli masyarakat berpotensi meningkat seiring turunnya harga sejumlah kebutuhan pokok, meski demikian tetap perlu diwaspadai fluktuasi harga pada komoditas tertentu yang sensitif terhadap pasokan dan distribusi, karena itu Pemkab Bondowoso melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan akan terus melakukan pemantauan rutin untuk memastikan kestabilan harga dan ketersediaan pasokan di pasar. (*dew)

Dokumentasi Kegiatan Pemantauan Harga :

 

Mungkin Anda Juga Suka