Harga Cabai dan Bawang Merah Naik...
Harga Cabai dan Bawang Merah Naik di Sejumlah Pasar Bondowoso
Bondowoso: Harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok di Kabupaten Bondowoso mengalami perubahan pada Senin, 28 September 2026. Kenaikan paling tinggi tercatat pada bawang merah di Pasar Prajekan yang mencapai 40 persen.
Berdasarkan hasil monitoring harga di empat pasar pantauan, yakni Pasar Induk Bondowoso, Pasar Maesan, Pasar Wonosari dan Pasar Prajekan, bawang merah di Pasar Prajekan naik Rp8.000 atau 40 persen dibandingkan 24 September 2026, yakni dari Rp20.000 menjadi Rp28.000 per kilogram.
Kenaikan cukup signifikan juga terjadi pada cabe merah besar. Di Pasar Prajekan, harganya naik Rp8.000 atau 33,3 persen, dari Rp24.000 menjadi Rp32.000 per kilogram. Sementara di Pasar Maesan, naik Rp7.000 atau 28 persen dari Rp25.000 menjadi Rp32.000 per kilogram. Di Pasar Induk Bondowoso, komoditi serupa juga naik Rp5.000 atau 21,7 persen dari Rp23.000 menjadi Rp28.000 per kilogram, begitupula di Pasar Wonosari naik Rp4.000 atau 15,4 persen, dari Rp26.000 menjadi Rp30.000 per kilogram.
Untuk cabe rawit merah, kenaikan tertinggi terjadi di Pasar Wonosari, yakni naik Rp6.000 atau 10,3 persen dari Rp58.000 menjadi Rp64.000 per kilogram. Sedangkan di Pasar Prajekan, naik Rp2.000 atau 3,4 persen dari Rp58.000 menjadi Rp60.000 per kilogram, dan di Pasar Induk Bondowoso harganya naik Rp2.000 atau 3,3 persen dari Rp60.000 menjadi Rp62.000 per kilogram
Komoditas lainnya yang mengalami kenaikan yakni bawang merah di Pasar Maesan, dari Rp25.000 menjadi Rp26.000 per kilogram, atau naik Rp1.000 atau 4 persen.
Bawang putih di Pasar Prajekan juga naik dari Rp25.000 menjadi Rp26.000 per kilogram, atau Rp1.000 atau 4 persen. Kacang tanah di Pasar Induk Bondowoso naik dari Rp43.000 menjadi Rp44.000 per kilogram, atau Rp1.000 atau 2,3 persen.
Sementara ketela pohon di Pasar Induk Bondowoso naik dari Rp3.000 menjadi Rp4.000 per kilogram. Harga komoditas tersebut meningkat Rp1.000 atau 33,3 persen.
Tomat sayur di Pasar Prajekan juga mengalami kenaikan dari Rp7.000 menjadi Rp8.000 per kilogram, atau Rp1.000 atau 14,3 persen.
Di sisi lain, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga. Wortel di Pasar Prajekan turun Rp4.000 atau 25 persen, dari Rp16.000 menjadi Rp12.000 per kilogram. Di Pasar Maesan, turun Rp2.000 atau 12,5 persen, dari Rp16.000 menjadi Rp14.000 per kilogram.
Bawang merah di Pasar Induk Bondowoso turun dari Rp26.000 menjadi Rp25.000 per kilogram, atau Rp1.000 atau 3,8 persen. Sedangkan telur ayam ras di Pasar Wonosari turun dari Rp25.000 menjadi Rp24.000 per kilogram, atau Rp1.000 atau 4 persen.
Pergerakan harga pada akhir September menunjukkan harga komoditas hortikultura, khususnya cabai dan bawang merah, masih mengalami fluktuasi. Kenaikan dan penurunan harga yang berbeda antar pasar menunjukkan adanya dinamika pasokan dan permintaan di masing-masing wilayah. Monitoring harga secara berkala akan terus dilakukan oleh Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bondowoso, untuk memperoleh gambaran perkembangan harga dan mendukung upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat di Bondowoso.(*dew)

Dokumentasi kegiatan pemantauan harga oleh petugas di Pasar Induk Bondowoso, Pasar Wonosari, Pasar Prajekan dan Pasar Maesan :




.jpg)
Monitoring Harga Sembako Bondowos...