Monitoring Harga 24 Agustus, Ayam...
Monitoring Harga 24 Agustus, Ayam dan Cabai Rawit Naik, Cabai Merah Besar Turun
Bondowoso — Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bondowoso melalui kegiatan monitoring perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat kembali melakukan pemantauan harga di sejumlah pasar pantauan pada Senin, 24 Agustus 2026, untuk mengetahui perkembangan harga sembilan bahan pokok, barang strategis, serta barang penting lainnya di tingkat pasar. Pemantauan dilakukan dengan membandingkan harga pada 24 Agustus 2026 dengan harga sebelumnya pada 20 Agustus 2026.
Hasil monitoring menunjukkan terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan maupun penurunan harga di empat pasar pantauan, yakni Pasar Induk Bondowoso, Pasar Maesan, Pasar Wonosari, dan Pasar Prajekan. Komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain ayam potong, bawang merah, cabai rawit merah, kubis, minyak goreng curah, tomat sayur, dan telur ayam ras.
Harga ayam potong di Pasar Prajekan naik dari Rp32.000 menjadi Rp38.000 per kilogram, atau meningkat Rp6.000 (18,8 persen). Di Pasar Induk Bondowoso, harganya naik dari Rp38.000 menjadi Rp40.000, atau bertambah Rp2.000 (5,3 persen). Sementara di Pasar Maesan naik dari Rp38.000 menjadi Rp42.000, bertambah Rp4.000 (10,5 persen), dan di Pasar Wonosari dari Rp36.000 menjadi Rp40.000, meningkat Rp4.000 (11,1 persen).
Untuk cabai rawit merah, kenaikan terjadi di seluruh pasar pantauan. Di Pasar Induk Bondowoso, harga naik dari Rp45.000 menjadi Rp50.000 per kilogram, atau bertambah Rp5.000 (11,1 persen). Di Pasar Maesan naik Rp1.000, dari Rp45.000 menjadi Rp46.000 (2,2 persen). Di Pasar Wonosari naik Rp4.000, dari Rp46.000 menjadi Rp50.000 (8,7 persen), sedangkan di Pasar Prajekan naik Rp2.000, dari Rp48.000 menjadi Rp50.000 (4,2 persen).
Komoditas lain yang mengalami kenaikan yaitu bawang merah di Pasar Wonosari, dari Rp27.000 menjadi Rp28.000 per kilogram, atau naik Rp1.000 (3,7 persen). Kubis di Pasar Maesan naik dari Rp6.000 menjadi Rp7.000, bertambah Rp1.000 (16,7 persen). Minyak goreng curah di Pasar Maesan naik dari Rp20.500 menjadi Rp21.500, atau bertambah Rp1.000 (4,9 persen).
Sementara itu, tomat sayur di Pasar Prajekan mengalami kenaikan dari Rp3.000 menjadi Rp4.000 per kilogram, bertambah Rp1.000 (33,3 persen). Untuk telur ayam ras, harga di Pasar Maesan naik dari Rp24.000 menjadi Rp25.000, bertambah Rp1.000 (4,2 persen), sedangkan di Pasar Induk Bondowoso naik dari Rp22.500 menjadi Rp23.000, atau meningkat Rp500 (2,2 persen).
Di sisi lain, sejumlah komoditas juga mengalami penurunan harga. Penurunan paling terlihat terjadi pada komoditas cabai merah besar yang turun di seluruh pasar pantauan. Di Pasar Maesan, harga turun dari Rp30.000 menjadi Rp26.000 per kilogram, atau berkurang Rp4.000 (13,3 persen). Di Pasar Prajekan turun Rp6.000, dari Rp26.000 menjadi Rp20.000 (23,1 persen).
Penurunan cabai merah besar juga terjadi di Pasar Wonosari, dari Rp34.000 menjadi Rp25.000, atau turun Rp9.000 (26,5 persen). Sedangkan di Pasar Induk Bondowoso turun dari Rp30.000 menjadi Rp23.000, berkurang Rp7.000 (23,3 persen).
Komoditas kentang di Pasar Prajekan juga mengalami penurunan dari Rp16.000 menjadi Rp15.000 per kilogram, atau turun Rp1.000 (6,3 persen). Sementara wortel di Pasar Induk Bondowoso turun dari Rp15.000 menjadi Rp14.000, berkurang Rp1.000 (6,7 persen), dan di Pasar Prajekan turun dari Rp16.000 menjadi Rp15.000, atau berkurang Rp1.000 (6,3 persen).
Adapun telur ayam ras di Pasar Wonosari mengalami penurunan dari Rp23.500 menjadi Rp23.000 per kilogram, atau turun Rp500 (2,1 persen).
Pergerakan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar Kabupaten Bondowoso pada 24 Agustus 2026 masih menunjukkan fluktuasi. Kenaikan harga sejumlah komoditas, terutama ayam potong dan cabai rawit merah, dipengaruhi oleh dinamika pasokan dan permintaan di tingkat pasar. Bersamaan dengan peringatan hari besar keagamaan, permintaan terhadap komoditas ayam potong semakin meningkat. Sedangkan Kondisi pasokan, distribusi, serta faktor produksi dan cuaca pada komoditas hortikultura turut berpotensi memengaruhi pergerakan harga. Sementara perbedaan kenaikan antar pasar menunjukkan adanya dinamika distribusi dan ketersediaan komoditas di masing-masing wilayah.
Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bondowoso akan terus melakukan monitoring perkembangan harga secara berkala sebagai bagian dari upaya memperoleh informasi kondisi harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat di wilayah Kabupaten Bondowoso. Hasil monitoring tersebut menjadi salah satu bahan informasi dalam melihat dinamika harga komoditas di pasar serta mendukung langkah pengendalian dan pemantauan stabilitas harga kebutuhan masyarakat. (*dew)

Dokumentasi kegiatan monitoring harga pasar oleh petugas di Pasar Induk, Pasar Maesan, Pasar Wonosari dan Pasar Prajekan :




