Semarak Lomba Tarik Tambang Antar...
Bondowoso – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bondowoso kembali melakukan monitoring perkembangan harga sembilan bahan pokok kebutuhan masyarakat, barang strategis dan barang penting lainnya pada Selasa, 18 Agustus 2026. Pemantauan dilakukan di Pasar Induk Bondowoso, Pasar Maesan, Pasar Wonosari dan Pasar Prajekan dengan membandingkan harga 13 Agustus 2026.
Hasil monitoring menunjukkan pergerakan harga yang cukup beragam. Sejumlah komoditas mengalami kenaikan, terutama ayam potong, cabai rawit merah dan tomat sayur. Di sisi lain, harga beberapa komoditas hortikultura seperti bawang merah, cabai merah besar, kubis dan wortel justru mengalami penurunan.
Komoditas yang mengalami kenaikan antara lain ayam potong di Pasar Induk Bondowoso, dari Rp35.000 menjadi Rp38.000 per kilogram, atau naik Rp3.000 (8,6 persen). Sementara di Pasar Maesan, ayam potong meningkat dari Rp37.000 menjadi Rp38.000 per kilogram, atau naik Rp1.000 (2,7 persen).
Kenaikan juga terjadi pada cabai rawit merah di Pasar Wonosari, dari Rp40.000 menjadi Rp46.000 per kilogram, bertambah Rp6.000 (15 persen). Di Pasar Prajekan, komoditas yang sama naik dari Rp46.000 menjadi Rp48.000 per kilogram, atau meningkat Rp2.000 (4,3 persen).
Sementara itu, tomat sayur di Pasar Wonosari mengalami kenaikan dari Rp2.500 menjadi Rp3.000 per kilogram. Dengan demikian, terjadi peningkatan sebesar Rp500 atau 20 persen.
Pada kelompok komoditas yang mengalami penurunan, bawang merah di Pasar Induk Bondowoso turun dari Rp30.000 menjadi Rp28.000 per kilogram, atau berkurang Rp2.000 (6,7 persen). Penurunan juga terjadi di Pasar Prajekan, dari Rp28.000 menjadi Rp27.000 per kilogram, atau turun Rp1.000 (3,6 persen).
Penurunan cukup signifikan terlihat pada cabai merah besar di Pasar Prajekan, yang turun dari Rp34.000 menjadi Rp26.000 per kilogram. Harga tersebut berkurang Rp8.000 atau 23,5 persen. Di Pasar Maesan, cabai merah besar juga turun dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram, atau berkurang Rp5.000 (14,3 persen). Sementara di Pasar Induk Bondowoso, harganya turun dari Rp32.000 menjadi Rp30.000 per kilogram, atau turun Rp2.000 (6,3 persen).
Komoditas hortikultura lainnya, kubis di Pasar Maesan, turun dari Rp7.000 menjadi Rp6.000 per kilogram, atau berkurang Rp1.000 (14,3 persen). Sedangkan wortel di Pasar Prajekan turun dari Rp17.000 menjadi Rp16.000 per kilogram, atau mengalami penurunan sebesar Rp1.000 (5,9 persen).
Secara umum, perkembangan harga pada 18 Agustus 2026 menunjukkan kondisi pasar yang fluktuatif, dengan kenaikan dan penurunan terjadi pada sejumlah komoditas secara bersamaan. Kenaikan harga ayam potong dan cabai rawit merah menjadi perhatian karena kedua komoditas tersebut mengalami peningkatan di lebih dari satu pasar pantauan.
Sementara itu, penurunan harga bawang merah dan cabai merah besar di beberapa pasar menunjukkan adanya perbedaan kondisi pasokan dan permintaan antarpasar. Penurunan cabai merah besar yang mencapai Rp8.000 per kilogram di Pasar Prajekan menjadi perubahan harga paling besar dalam monitoring kali ini.
Perbedaan harga antarwilayah juga menunjukkan adanya disparitas pasar. Pada 18 Agustus 2026, harga cabai rawit merah berada pada kisaran Rp46.000–Rp48.000 per kilogram, sedangkan cabai merah besar berada pada kisaran Rp26.000–Rp30.000 per kilogram di pasar yang mengalami perubahan harga.
Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa dinamika harga komoditas pangan masih dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan, tingkat permintaan dan kelancaran distribusi. Karena itu, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bondowoso secara berkala melakukan monitoring bapokting untuk memastikan perkembangan harga dan kondisi ketersediaan bahan pokok tetap terpantau, sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan masyarakat di Kabupaten Bondowoso. (*dew)

Dokumentasi kegiatan monitoring harga pasar oleh petugas di Pasar Induk Bondowoso, Pasar Wonosari dan Pasar Maesan :



