Monitoring Harga 24 Agustus, Ayam...
Harga Bapokting Bergerak Dinamis, Bawang dan Tomat Alami Penurunan Signifikan
Bondowoso– Hasil monitoring perkembangan harga sembilan bahan pokok kebutuhan masyarakat, barang strategis, dan barang penting lainnya yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso pada Kamis, 23 Juli 2026, menunjukkan adanya pergerakan harga pada sejumlah komoditas di empat pasar pantauan, yakni Pasar Induk Bondowoso, Pasar Maesan, Pasar Wonosari, dan Pasar Prajekan.
Berdasarkan hasil pemantauan, mayoritas komoditas mengalami penurunan harga, terutama pada kelompok bawang, cabai rawit, dan tomat. Sementara itu, beberapa komoditas seperti cabai merah besar, wortel, dan telur ayam ras masih menunjukkan kenaikan harga.
Komoditas cabai merah besar mengalami kenaikan tertinggi di Pasar Maesan, yakni sebesar Rp5.000 per kilogram, dari Rp30.000 menjadi Rp35.000 per kilogram atau naik 16,7 persen. Di Pasar Prajekan, harga juga meningkat Rp2.000 per kilogram, dari Rp30.000 menjadi Rp32.000 per kilogram atau naik 6,7 persen. Sebaliknya, di Pasar Induk Bondowoso, harga cabai merah besar justru turun Rp2.000 per kilogram, dari Rp32.000 menjadi Rp30.000 per kilogram atau turun 6,3 persen.
Pada komoditas wortel, terjadi kenaikan harga sebesar Rp1.000 per kilogram di Pasar Induk Bondowoso dan Pasar Prajekan, dari Rp16.000 menjadi Rp17.000 per kilogram, atau meningkat 6,3 persen di masing-masing pasar.
Sementara itu, harga telur ayam ras mengalami kenaikan tipis. Di Pasar Maesan, harga naik Rp500 per kilogram, dari Rp23.000 menjadi Rp23.500 per kilogram atau meningkat 2,2 persen. Sedangkan di Pasar Wonosari, harga juga bertambah Rp500 per kilogram, dari Rp23.500 menjadi Rp24.000 per kilogram atau naik 2,1 persen.
Di sisi lain, bawang merah mengalami penurunan harga di seluruh pasar pantauan. Penurunan terbesar terjadi di Pasar Wonosari, yakni sebesar Rp5.000 per kilogram, dari Rp33.000 menjadi Rp28.000 per kilogram atau turun 15,2 persen. Di Pasar Induk Bondowoso, harga turun Rp3.000 per kilogram, dari Rp36.000 menjadi Rp33.000 per kilogram atau turun 8,3 persen. Sementara di Pasar Prajekan dan Pasar Maesan, masing-masing turun Rp1.000 per kilogram, dari Rp30.000 menjadi Rp29.000 (turun 3,3 persen) dan dari Rp31.000 menjadi Rp30.000 (turun 3,2 persen).
Penurunan juga terjadi pada bawang putih. Di Pasar Induk Bondowoso, harga turun Rp5.000 per kilogram, dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram atau turun 14,3 persen. Di Pasar Wonosari, harga turun Rp5.000 per kilogram, dari Rp33.000 menjadi Rp28.000 per kilogram atau turun 15,2 persen. Sedangkan di Pasar Prajekan, harga berkurang Rp4.000 per kilogram, dari Rp32.000 menjadi Rp28.000 per kilogram atau turun 12,5 persen.
Untuk komoditas cabai rawit merah, harga di Pasar Wonosari turun Rp4.000 per kilogram, dari Rp40.000 menjadi Rp36.000 per kilogram atau turun 10 persen. Di Pasar Prajekan, harga turun Rp2.000 per kilogram, dari Rp38.000 menjadi Rp36.000 per kilogram atau turun 5,3 persen.
Komoditas kentang di Pasar Prajekan juga mengalami penurunan sebesar Rp1.000 per kilogram, dari Rp15.000 menjadi Rp14.000 per kilogram atau turun 6,7 persen.
Penurunan paling signifikan terjadi pada tomat sayur. Di Pasar Maesan, harga turun Rp2.000 per kilogram, dari Rp6.000 menjadi Rp4.000 per kilogram atau turun 33,3 persen. Di Pasar Wonosari, harga turun Rp1.000 per kilogram, dari Rp5.000 menjadi Rp4.000 per kilogram atau turun 20 persen. Sementara di Pasar Prajekan, harga turun Rp1.000 per kilogram, dari Rp6.000 menjadi Rp5.000 per kilogram atau turun 16,7 persen.
Berdasarkan hasil pemantauan, fluktuasi harga yang terjadi dipengaruhi oleh kondisi pasokan dan permintaan di masing-masing pasar. Penurunan harga bawang, cabai rawit, kentang, dan tomat mengindikasikan pasokan yang relatif melimpah sehingga mampu menekan harga di tingkat pedagang. Sementara itu, kenaikan harga cabai merah besar di beberapa pasar, wortel, dan telur ayam ras diperkirakan dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan dari daerah pemasok serta meningkatnya permintaan konsumen.
Secara keseluruhan, kondisi pasar di Kabupaten Bondowoso masih terpantau aman dan kondusif. Ketersediaan bahan pokok di seluruh pasar pantauan masih mencukupi, aktivitas jual beli berlangsung normal, dan tidak ditemukan gejolak harga yang berpotensi mengganggu stabilitas pasokan. Diskoperindag Kabupaten Bondowoso akan terus melakukan pemantauan harga secara berkala sebagai upaya menjaga stabilitas harga, melindungi daya beli masyarakat, serta memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga di wilayah Kabupaten Bondowoso. (*dew)

Dokumentasi Kegiatan Pemantauan dan Pencatatan Harga Pasar oleh petugas di Pasar Prajekan Bondowoso : :

