Semarak Lomba Tarik Tambang Antar...
Bondowoso – Harga sejumlah bahan pokok, barang strategis dan barang penting di Kabupaten Bondowoso menunjukkan pergerakan yang beragam berdasarkan hasil monitoring perkembangan harga pasar pada Kamis, 13 Agustus 2026. Dari empat pasar pantauan, yakni Pasar Induk Bondowoso, Pasar Maesan, Pasar Wonosari dan Pasar Prajekan, mayoritas komoditas yang mengalami perubahan tercatat mengalami penurunan harga.
Pergerakan paling menonjol terjadi pada komoditas hortikultura, khususnya cabai, bawang merah dan tomat sayur. Sementara itu, harga ayam potong justru mengalami kenaikan di Pasar Maesan dan Pasar Wonosari.
Untuk ayam potong, harga di Pasar Maesan naik dari Rp34.000 menjadi Rp37.000 per kilogram atau meningkat Rp3.000 (8,8 persen). Di Pasar Wonosari, harga naik dari Rp35.000 menjadi Rp36.000 per kilogram, bertambah Rp1.000 (2,9 persen).
Sebaliknya, bawang merah mengalami penurunan di tiga pasar. Di Pasar Wonosari, harga turun dari Rp28.000 menjadi Rp27.000 per kilogram atau berkurang Rp1.000 (3,6 persen). Di Pasar Induk Bondowoso, harga turun dari Rp33.000 menjadi Rp30.000 per kilogram, atau selisih Rp3.000 (9,1 persen). Sedangkan di Pasar Maesan, harga turun dari Rp30.000 menjadi Rp28.000 per kilogram, berkurang Rp2.000 (6,7 persen).
Penurunan juga terjadi pada cabe merah besar. Di Pasar Wonosari, harga turun dari Rp36.000 menjadi Rp34.000 per kilogram atau berkurang Rp2.000 (5,6 persen). Sementara di Pasar Induk Bondowoso, harga turun dari Rp35.000 menjadi Rp32.000 per kilogram, dengan selisih Rp3.000 (8,6 persen).
Pergerakan penurunan cukup signifikan tercatat pada cabe rawit merah. Di Pasar Wonosari, harga turun dari Rp48.000 menjadi Rp40.000 per kilogram atau berkurang Rp8.000 (16,7 persen). Di Pasar Induk Bondowoso dan Pasar Maesan, harga masing-masing turun dari Rp50.000 menjadi Rp45.000 per kilogram, dengan selisih Rp5.000 (10 persen).
Komoditas lainnya juga mengalami penurunan. Kentang di Pasar Induk Bondowoso turun dari Rp15.000 menjadi Rp14.000 per kilogram, atau berkurang Rp1.000 (6,7 persen).
Sementara itu, penurunan paling tinggi secara persentase terjadi pada tomat sayur di Pasar Maesan, yang turun dari Rp4.000 menjadi Rp3.000 per kilogram atau berkurang Rp1.000 (25 persen). Di Pasar Wonosari, harga tomat sayur juga turun dari Rp3.000 menjadi Rp2.500 per kilogram, dengan selisih Rp500 (16,7 persen). Harga telur ayam ras di Pasar Induk Bondowoso turut mengalami penurunan, dari Rp24.000 menjadi Rp22.500 per kilogram atau berkurang Rp1.500 (6,3 persen).
Secara umum, hasil monitoring menunjukkan kondisi harga pasar pada 13 Agustus 2026 relatif terkendali. Dari 14 perubahan harga yang terpantau, 12 perubahan berupa penurunan harga, sementara dua komoditas mengalami kenaikan.
Penurunan harga sejumlah komoditas hortikultura, terutama cabai, bawang merah dan tomat, mengindikasikan pasokan yang relatif mencukupi di tingkat pasar sehingga mendorong harga bergerak turun. Penurunan cabe rawit merah hingga Rp8.000 per kilogram di Pasar Wonosari menjadi salah satu perubahan paling signifikan dalam periode monitoring.
Di sisi lain, kenaikan harga ayam potong di Pasar Maesan dan Wonosari perlu tetap menjadi perhatian karena komoditas tersebut memiliki permintaan masyarakat yang relatif stabil. Perubahan harga dapat dipengaruhi oleh kondisi pasokan, biaya distribusi, serta dinamika permintaan di masing-masing pasar.
Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bondowoso akan terus melakukan pemantauan perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok di sejumlah pasar pantauan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia. (*dew)

Dokumentasi kegiatan monitoring harga pasar oleh petugas di Pasar Induk Bondowoso, Pasar Wonosari dan Pasar Prajekan :



