Monitoring Harga 24 Agustus, Ayam...
Harga Pangan Bondowoso 10 Agustus: Kacang Tanah Melonjak, Tomat dan Kubis Turun
Bondowoso — Perkembangan harga sembilan bahan pokok kebutuhan masyarakat, barang strategis dan barang penting lainnya di Kabupaten Bondowoso pada 10 Agustus 2026 menunjukkan pergerakan yang cukup beragam. Berdasarkan hasil monitoring Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bondowoso, sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga, sementara beberapa komoditas lainnya justru tercatat mengalami penurunan dibandingkan harga pada 6 Agustus 2026.
Monitoring dilakukan di sejumlah pasar pantauan, yakni Pasar Induk Bondowoso, Pasar Maesan, Pasar Wonosari dan Pasar Prajekan. Dari 17 perubahan harga yang terpantau, sebanyak 12 komoditas mengalami kenaikan, sedangkan 5 komoditas mengalami penurunan.
Kenaikan cukup menonjol terjadi pada komoditas kacang tanah di Pasar Prajekan, yang naik dari Rp33.000 menjadi Rp44.000 per kilogram atau bertambah Rp11.000 (33,3 persen). Kacang tanah di Pasar Wonosari juga mengalami kenaikan dari Rp36.000 menjadi Rp42.000 per kilogram, atau meningkat Rp6.000 (16,7 persen).
Komoditas cabai juga menunjukkan kecenderungan kenaikan harga. Cabe Rawit Merah di Pasar Maesan naik dari Rp42.000 menjadi Rp50.000 per kilogram, atau bertambah Rp8.000 (19,0 persen). Di Pasar Wonosari, harga cabe rawit merah meningkat dari Rp44.000 menjadi Rp48.000 atau naik Rp4.000 (9,1 persen). Sementara di Pasar Prajekan, komoditas yang sama naik dari Rp44.000 menjadi Rp46.000 atau bertambah Rp2.000 (4,5 persen).
Untuk Cabe Merah Besar, kenaikan terjadi di Pasar Wonosari dari Rp33.000 menjadi Rp36.000 per kilogram, atau naik Rp3.000 (9,1 persen). Di Pasar Maesan, harganya meningkat dari Rp34.000 menjadi Rp35.000 atau bertambah Rp1.000 (2,9 persen).
Kenaikan juga terjadi pada sejumlah komoditas lainnya. Ayam potong di Pasar Induk Bondowoso naik dari Rp33.000 menjadi Rp35.000 per kilogram, atau bertambah Rp2.000 (6,1 persen). Bawang putih di Pasar Prajekan meningkat Rp1.000, dari Rp26.000 menjadi Rp27.000 atau naik 3,8 persen. Sementara telur ayam ras di Pasar Wonosari naik Rp500, dari Rp23.000 menjadi Rp23.500 atau meningkat 2,2 persen.
Komoditas lain yang mengalami kenaikan antara lain kacang hijau di Pasar Prajekan, dari Rp29.000 menjadi Rp30.000 atau naik Rp1.000 (3,4 persen), serta kentang di Pasar Prajekan dari Rp15.000 menjadi Rp16.000 atau bertambah Rp1.000 (6,7 persen).
Di tengah kenaikan tersebut, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga. Tomat sayur di Pasar Wonosari turun dari Rp4.000 menjadi Rp3.000 per kilogram, atau berkurang Rp1.000 (25 persen). Penurunan juga terjadi pada kubis di Pasar Prajekan, dari Rp6.000 menjadi Rp5.000 atau turun Rp1.000 (16,7 persen).
Sementara itu, bawang merah di Pasar Induk Bondowoso turun dari Rp35.000 menjadi Rp33.000 per kilogram, atau berkurang Rp2.000 (5,7 persen). Bawang putih di Pasar Wonosari turun Rp1.000, dari Rp30.000 menjadi Rp29.000 atau sebesar 3,3 persen. Adapun wortel di Pasar Prajekan turun dari Rp18.000 menjadi Rp17.000 atau berkurang Rp1.000 (5,6 persen).
Secara umum, pergerakan harga pada periode 6 hingga 10 Agustus 2026 memperlihatkan tekanan kenaikan terutama pada komoditas cabai dan kacang-kacangan. Kenaikan harga cabai terjadi di beberapa pasar sekaligus, sehingga perlu menjadi perhatian dalam pemantauan perkembangan harga dan pasokan di tingkat pasar. Sementara itu, penurunan harga pada bawang merah, kubis, tomat dan wortel menunjukkan bahwa kondisi pasokan komoditas hortikultura masih relatif dinamis.
Perbedaan harga antar pasar juga menunjukkan adanya disparitas harga yang cukup lebar. Pada 10 Agustus 2026, misalnya, Cabe Rawit Merah berada pada kisaran Rp46.000 hingga Rp50.000 per kilogram, dengan selisih tertinggi Rp4.000. Sedangkan Cabe Merah Besar berada pada kisaran Rp35.000 hingga Rp36.000 per kilogram, dengan selisih Rp1.000 pada pasar yang terpantau mengalami perubahan.
Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bondowoso terus melakukan monitoring perkembangan harga dan kondisi pasokan di pasar sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat. Hasil pemantauan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk mengantisipasi gejolak harga dan menjaga keterjangkauan bahan kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Bondowoso. (*dew)

Dokumentasi Kegiatan Monitoring Harga Pasar oleh Petugas di Pasar Induk Bondowoso dan Pasar Wonosari :


