INFORMASI HARGA PASAR TANGGAL 07 SEPTEMBER 2026

7 September 2026:Harga Sejumlah Komoditas di Bondowoso Berubah, Cabe Rawit Merah Turun 8 Ribu Rupiah

Bondowoso – Harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Bondowoso mengalami perubahan pada 7 September 2026. Hasil monitoring Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) di empat pasar pantauan (Pasar Induk Bondowoso, Maesan, Wonosari dan Prajekan)  menunjukkan adanya kenaikan dan penurunan harga dibandingkan 3 September 2026.

Kenaikan paling tinggi secara persentase terjadi pada tomat sayur di Pasar Wonosari, dari Rp3.000 menjadi Rp4.000 per kilogram. Harga tersebut naik Rp1.000 atau 33,3 persen. Tomat sayur di Pasar Prajekan juga naik Rp1.000 atau 25 persen, dari Rp4.000 menjadi Rp5.000 per kilogram.

Kenaikan lainnya terjadi pada cabai merah besar di Pasar Prajekan, yang naik Rp2.000 atau 10 persen, dari Rp20.000 menjadi Rp22.000 per kilogram. Sementara kacang tanah di Pasar Induk Bondowoso naik Rp3.000 atau 8,6 persen, dari Rp35.000 menjadi Rp38.000 per kilogram.

Di sisi lain, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga. Kubis di Pasar Prajekan turun Rp1.000 atau 16,7 persen, dari Rp6.000 menjadi Rp5.000 per kilogram. Penurunan juga terjadi pada cabai rawit merah di Pasar Prajekan, dari Rp66.000 menjadi Rp58.000 atau turun Rp8.000 (12,1 persen).

Harga cabai rawit merah di Pasar Wonosari turut turun Rp8.000 atau 11,8 persen, dari Rp68.000 menjadi Rp60.000 per kilogram. Sementara ayam potong mengalami penurunan di tiga pasar, yakni Pasar Induk Bondowoso turun Rp1.000 atau 2,6 persen, Pasar Maesan turun Rp2.000 atau 5 persen, dan Pasar Wonosari turun Rp3.000 atau 7,5 persen.

Komoditas lainnya yang mengalami penurunan yakni bawang merah di Pasar Prajekan, turun Rp2.000 atau 7,4 persen, bawang putih turun Rp1.000 atau 3,7 persen, serta cabai merah besar di Pasar Induk Bondowoso turun Rp1.000 atau 4,5 persen.

Perubahan harga tersebut menunjukkan dinamika pasokan dan permintaan yang berbeda di setiap pasar. Komoditas hortikultura seperti cabai dan tomat cenderung lebih cepat mengalami fluktuasi karena dipengaruhi ketersediaan pasokan, hasil produksi, serta distribusi dari sentra penghasil.

Diskoperindag Kabupaten Bondowoso terus melakukan monitoring perkembangan harga secara berkala di empat pasar pantauan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan memastikan perkembangan harga kebutuhan masyarakat dapat terpantau secara berkelanjutan.(*dew)


Dokumentasi Kegiatan Pemantauan Harga oleh petugas di Pasar :

Mungkin Anda Juga Suka