INFORMASI HARGA PASAR TANGGAL 03 SEPTEMBER 2026

Harga Sejumlah Komoditas di Pasar Bondowoso Berubah, Cabai Rawit Merah Naik hingga 25,9 Persen

Bondowoso Harga sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat di Kabupaten Bondowoso terpantau mengalami perubahan pada Kamis, 3 September 2026.

Berdasarkan hasil monitoring Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bondowoso, di empat pasar, yakni Pasar Induk Bondowoso, Pasar Maesan, Pasar Wonosari dan Pasar Prajekan, kenaikan paling menonjol terjadi pada cabai rawit merah. Di Pasar Induk Bondowoso, harganya naik dari Rp52.000 menjadi Rp60.000 per kilogram, atau meningkat Rp8.000 (15,4 persen).

Di Pasar Maesan, harga cabai rawit merah naik dari Rp52.000 menjadi Rp65.000 per kilogram, meningkat Rp13.000 (25,0 persen). Sementara di Pasar Prajekan naik dari Rp54.000 menjadi Rp66.000 per kilogram, bertambah Rp12.000 (22,2 persen). Kenaikan tertinggi tercatat di Pasar Wonosari, dari Rp54.000 menjadi Rp68.000 per kilogram, atau naik Rp14.000 (25,9 persen).

Kenaikan harga cabai rawit merah secara umum dapat dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan dan kondisi produksi di tingkat petani, termasuk faktor cuaca yang dapat memengaruhi hasil panen dan distribusi. Ketika pasokan berkurang sementara permintaan tetap, harga di tingkat pasar cenderung mengalami kenaikan.

Komoditas kubis juga mengalami kenaikan. Di Pasar Induk Bondowoso, harga naik dari Rp6.000 menjadi Rp7.000 per kilogram, bertambah Rp1.000 (16,7 persen). Di Pasar Prajekan, harga meningkat dari Rp5.000 menjadi Rp6.000 per kilogram, atau naik Rp1.000 (20,0 persen). Perubahan tersebut diperkirakan berkaitan dengan kondisi pasokan dan distribusi dari daerah sentra produksi ke pasar.

Sementara itu, di Pasar Wonosari, minyak goreng curah naik dari Rp20.500 menjadi Rp21.000 per kilogram, bertambah Rp500 (2,4 persen). Gula pasir lokal juga mengalami kenaikan dari Rp17.000 menjadi Rp17.500 per kilogram, atau naik Rp500 (2,9 persen).

Untuk telur ayam ras, harga di Pasar Prajekan dan Pasar Induk Bondowoso sama-sama meningkat dari Rp23.000 menjadi Rp24.000 per kilogram, atau naik Rp1.000 (4,3 persen). Pergerakan harga telur antara lain dapat dipengaruhi oleh perubahan biaya produksi dan distribusi serta keseimbangan antara pasokan dan permintaan.

Sejumlah Komoditas Mengalami Penurunan

Di sisi lain, beberapa komoditas tercatat mengalami penurunan harga. Bawang merah di Pasar Wonosari turun dari Rp27.000 menjadi Rp26.000 per kilogram, berkurang Rp1.000 (3,7 persen).

Cabai merah besar di Pasar Prajekan mengalami penurunan paling besar secara persentase, dari Rp22.000 menjadi Rp20.000 per kilogram, turun Rp2.000 (9,1 persen).

Sementara wortel di Pasar Prajekan turun dari Rp16.000 menjadi Rp15.000 per kilogram, atau berkurang Rp1.000 (6,3 persen).

Penurunan harga pada ketiga komoditas tersebut secara umum dapat mengindikasikan ketersediaan pasokan yang relatif lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan pasokan di pasar, sementara permintaan relatif stabil, dapat mendorong pedagang menyesuaikan harga ke bawah.

Harga Pasar Masih Dinamis

Secara keseluruhan, hasil monitoring menunjukkan harga kebutuhan masyarakat di Kabupaten Bondowoso masih bergerak dinamis. Cabai rawit merah menjadi komoditas dengan kenaikan paling signifikan, sementara cabai merah besar di Pasar Prajekan mencatat penurunan terbesar secara persentase.

Perbedaan harga antar pasar juga menunjukkan bahwa kondisi pasokan, distribusi, dan tingkat permintaan di masing-masing wilayah dapat memengaruhi pembentukan harga.

Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bondowoso terus melakukan monitoring perkembangan harga secara berkala untuk memperoleh gambaran kondisi pasar sekaligus mendukung ketersediaan informasi harga bagi masyarakat dan pemangku kepentingan. (*dew)

 

Dokumentasi kegiatan pemantauan harga oleh petugas di Pasar Wonosari, Pasar Prajekan, Pasar Maesan dan Pasar Induk Bondowoso :

Mungkin Anda Juga Suka