UPDATE HARGA 5 OKTOBER 2026 : Har...
Bondowoso – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bondowoso terus melakukan monitoring perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat di sejumlah pasar pantauan. Berdasarkan hasil pemantauan pada 1 Oktober 2026, terdapat beberapa komoditas yang mengalami perubahan harga dibandingkan dengan kondisi pada 28 September 2026.
Monitoring dilakukan di empat pasar pantauan, yakni Pasar Induk Bondowoso, Pasar Maesan, Pasar Wonosari dan Pasar Prajekan.
Komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain bawang merah, cabai merah besar, cabai rawit merah, kacang tanah, wortel dan telur ayam ras. Sementara itu, terdapat komoditas yang mengalami penurunan harga, yaitu telur ayam ras di Pasar Induk Bondowoso.
Kenaikan paling tinggi tercatat pada cabai merah besar di Pasar Induk Bondowoso, dari sebelumnya Rp28.000 menjadi Rp34.000 per kilogram, atau naik Rp6.000 (21,4 persen).
Kenaikan cabai merah besar juga terjadi di Pasar Wonosari, dari Rp30.000 menjadi Rp36.000 per kilogram, atau meningkat Rp6.000 (20 persen). Di Pasar Maesan, komoditas yang sama naik dari Rp32.000 menjadi Rp35.000 per kilogram, atau naik Rp3.000 (9,4 persen).
Untuk bawang merah di Pasar Induk Bondowoso, harga naik dari Rp25.000 menjadi Rp27.000 per kilogram, atau meningkat Rp2.000 (8 persen).
Sementara cabai rawit merah mengalami kenaikan di tiga pasar. Di Pasar Induk Bondowoso, harga naik dari Rp62.000 menjadi Rp64.000 per kilogram atau Rp2.000 (3,2 persen). Di Pasar Maesan meningkat dari Rp58.000 menjadi Rp62.000 per kilogram, atau Rp4.000 (6,9 persen). Sedangkan di Pasar Prajekan naik dari Rp60.000 menjadi Rp62.000 per kilogram, atau Rp2.000 (3,3 persen).
Komoditas lainnya, kacang tanah di Pasar Maesan, naik dari Rp40.000 menjadi Rp42.000 per kilogram, atau meningkat Rp2.000 (5 persen). Harga wortel di Pasar Induk Bondowoso juga naik dari Rp15.000 menjadi Rp16.000 per kilogram, atau Rp1.000 (6,7 persen).
Untuk telur ayam ras, terjadi pergerakan harga yang berbeda. Di Pasar Wonosari, harga naik dari Rp24.000 menjadi Rp25.000 per kilogram, atau Rp1.000 (4,2 persen). Sebaliknya, di Pasar Induk Bondowoso harga turun dari Rp25.000 menjadi Rp24.000 per kilogram, atau turun Rp1.000 (4 persen).
Pergerakan harga pada awal Oktober 2026 menunjukkan bahwa komoditas hortikultura, khususnya cabai, masih menjadi salah satu komoditas yang mengalami fluktuasi cukup tinggi. Kenaikan harga cabai merah besar di beberapa pasar menunjukkan adanya perubahan pasokan dan permintaan di tingkat pasar.
Sementara itu, perbedaan harga telur ayam ras antar pasar menunjukkan bahwa kondisi pasokan dan permintaan dapat berbeda di masing-masing wilayah. Secara umum, perubahan harga masih bersifat dinamis dan perlu terus dipantau untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.
Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bondowoso akan terus melakukan monitoring harga di pasar pantauan sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan barang dan stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat. *(dew)

Dokumentasi kegiatan pemantauan dan pencatatan harga oleh petugas pasar di Pasar Induk Bondowoso, Pasar Wonosari, Pasar Maesan dan Pasar Prajekan :


.jpeg)

