Diskoperindag Kab.Bondowoso melal...
Perkembangan Harga Bahan Pokok dan Barang Strategis di Kabupaten Bondowoso
Hasil Monitoring Tanggal 19 Januari 2026
Bondowoso-Berdasarkan laporan hasil monitoring perkembangan harga sembilan bahan pokok kebutuhan masyarakat, barang strategis, dan barang penting lainnya pada tanggal 19 Januari 2026, tercatat adanya perubahan harga pada sejumlah komoditas di beberapa pasar tradisional (empat pasar utama) Kabupaten Bondowoso dibandingkan dengan harga pada tanggal 15 Januari 2026. Perubahan harga tersebut meliputi kenaikan dan penurunan, dengan tingkat disparitas yang bervariasi.
Disusun berdasarkan disparitas harga tertinggi, berikut rangkuman perkembangan harga komoditas yang terpantau mengalami perubahan:
Kenaikan harga tertinggi tercatat pada komoditas Cabe Rawit Merah yang mengalami kenaikan harga di dua pasar. Di Pasar Prajekan, harga naik dari Rp28.000 menjadi Rp38.000 per kilogram, atau meningkat Rp10.000 per kilogram (naik 35,7 persen). Sementara itu, di Pasar Induk Bondowoso, harga Cabe Rawit Merah naik dari Rp32.000 menjadi Rp38.000 per kilogram, atau naik Rp6.000 per kilogram (naik 18,8 persen). Kenaikan ini menunjukkan adanya tekanan harga pada komoditas cabai rawit merah di tingkat pasar.
Selanjutnya, Tomat Sayur di Pasar Prajekan, yang mengalami kenaikan sebesar 60,0 persen, dari sebelumnya Rp5.000 per kilogram menjadi Rp8.000 per kilogram, atau naik Rp3.000 per kilogram. Kenaikan signifikan ini menempatkan tomat sebagai komoditas dengan disparitas prosentase harga tertinggi pada periode monitoring kali ini.
Kenaikan harga juga terjadi pada Kubis di Pasar Induk Bondowoso, dari Rp 6.000 menjadi Rp7.000 per kilogram, atau naik Rp1.000 per kilogram (naik 16,7 persen). Selain itu, MINYAKITA di Pasar Induk Bondowoso tercatat mengalami kenaikan dari Rp17.500 menjadi Rp18.500 per liter, atau meningkat Rp1.000 per liter (naik 5,7 persen).
Pada komoditas bumbu dapur, Cabe Merah Besar di Pasar Induk Bondowoso mengalami kenaikan dari Rp23.000 menjadi Rp24.000 per kilogram, atau naik Rp1.000 per kilogram (naik 4,3 persen). Bawang Putih di Pasar Maesan juga mengalami kenaikan harga dari Rp30.000 menjadi Rp31.000 per kilogram, atau naik Rp1.000 per kilogram (naik 3,3 persen).
Di sisi lain, beberapa komoditas terpantau mengalami penurunan harga. Penurunan tertinggi terjadi pada Bawang Merah di Pasar Prajekan, dari Rp36.000 menjadi Rp32.000 per kilogram, atau turun Rp4.000 per kilogram (turun 11,1 persen). Wortel juga mengalami penurunan harga di dua pasar, yakni di Pasar Induk Bondowoso dari Rp17.000 menjadi Rp15.000 per kilogram (turun Rp2.000 per kilogram atau 11,8 persen) dan di Pasar Prajekan dari Rp15.000 menjadi Rp14.000 per kilogram (turun Rp1.000 per kilogram atau 6,7 persen).
Penurunan harga turut tercatat pada komoditas Telur Ayam Ras. Di Pasar Induk Bondowoso, harga turun dari Rp28.000 menjadi Rp26.500 per kilogram, atau turun Rp1.500 per kilogram (turun 5,4 persen). Sementara itu, di Pasar Maesan, harga telur ayam ras turun dari Rp27.500 menjadi Rp27.000 per kilogram, atau turun Rp500 per kilogram (turun 1,8 persen).
Komoditas Ayam Potong di Pasar Induk Bondowoso juga mengalami penurunan harga dari Rp33.000 menjadi Rp32.000 per kilogram, atau turun Rp1.000 per kilogram (turun 3,0 persen). Selain itu, Bawang Putih di Pasar Prajekan tercatat turun dari Rp32.000 menjadi Rp31.000 per kilogram, atau turun Rp1.000 per kilogram (turun 3,1 persen).
Secara umum, hasil monitoring menunjukkan bahwa fluktuasi harga pada periode ini didominasi oleh kenaikan pada komoditas hortikultura, khususnya cabai dan tomat, sementara beberapa komoditas protein hewani dan sayuran tertentu mengalami penurunan harga. Pemerintah daerah melalui Diskoperindag Kabupaten Bondowoso terus melakukan pemantauan secara berkala guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat Kabupaten Bondowoso. (*wed)

Documentasi :



Diskoperindag Kab.Bondowoso melal...
Pimpin Apel Pagi, Kabid Perdagang...