Diskoperindag Kab.Bondowoso melal...
Perkembangan Harga Sembilan Bahan Pokok dan Barang Strategis
Bondowoso - Berdasarkan laporan hasil monitoring perkembangan harga sembilan bahan pokok kebutuhan masyarakat, barang strategis, dan barang penting lainnya pada 15 Januari 2026, terpantau adanya sejumlah komoditas yang mengalami perubahan harga di empat pasar utama Kabupaten Bondowoso (Pasar Induk Bondowoso, Pasar Maesan, Pasar Wonosari dan Pasar Prajekan) dibandingkan dengan hasil monitoring sebelumnya pada 12 Januari 2026. Perubahan harga tersebut meliputi kenaikan dan penurunan dengan besaran disparitas yang bervariasi.
Perubahan harga dengan disparitas nominal tertinggi terjadi pada komoditas cabe merah besar. Di Pasar Wonosari, harga Cabe Merah Besar mengalami penurunan dari Rp30.000 menjadi Rp24.000 per kilogram, atau turun sebesar Rp6.000 (20,0%). Sementara itu, di Pasar Induk Bondowoso, komoditas yang sama juga mengalami penurunan harga dari Rp25.000 menjadi Rp23.000 per kilogram, atau turun Rp2.000 (8,0%).
Disparitas nominal besar juga tercatat pada Cabe Rawit Merah di Pasar Maesan. Harga komoditas ini turun dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram, atau mengalami penurunan sebesar Rp5.000 (14,3%). Adapun di Pasar Induk Bondowoso, cabe rawit merah mengalami penurunan dari Rp34.000 menjadi Rp32.000 per kilogram, atau turun Rp2.000 (5,9%).
Selain komoditas cabai, sejumlah bahan pangan lainnya mengalami kenaikan harga dengan disparitas nominal relatif seragam, yakni sebesar Rp2.000 per kilogram. Kenaikan tersebut antara lain terjadi pada Bawang Merah di Pasar Prajekan, dari Rp34.000 menjadi Rp36.000 per kilogram, atau naik Rp2.000 (5,9%), serta di Pasar Induk Bondowoso dari Rp38.000 menjadi Rp40.000 per kilogram, atau naik Rp2.000 (5,3%).
Kenaikan dengan nominal yang sama juga terpantau pada Bawang Putih di Pasar Maesan, yang meningkat dari Rp28.000 menjadi Rp30.000 per kilogram, atau naik Rp2.000 (7,1%). Selanjutnya, Kacang Hijau di Pasar Induk Bondowoso naik dari Rp30.000 menjadi Rp32.000 per kilogram, atau meningkat Rp2.000 (6,7%).
Komoditas Kacang Tanah mengalami kenaikan harga di dua pasar, yakni di Pasar Induk Bondowoso dari Rp28.000 menjadi Rp30.000 per kilogram (naik Rp2.000 atau 7,1%) dan di Pasar Wonosari dari Rp36.000 menjadi Rp38.000 per kilogram (naik Rp2.000 atau 5,6%).
Perubahan harga dengan disparitas nominal menengah tercatat pada Ayam Potong di Pasar Wonosari, yang mengalami kenaikan dari Rp34.000 menjadi Rp35.000 per kilogram, atau naik sebesar Rp1.000 (2,9%). Penurunan dengan nominal yang sama terjadi pada Minyak Goreng Kemasan Merk Bimoli di Pasar Induk Bondowoso, dari Rp22.000 menjadi Rp21.000 per liter, atau turun Rp1.000 (4,5%).
Sementara itu, Tomat Sayur di Pasar Wonosari mengalami kenaikan harga dari Rp4.000 menjadi Rp5.000 per kilogram, atau naik Rp1.000 (25,0%). Walaupun secara persentase tergolong tinggi, kenaikan ini secara nominal masih berada di bawah komoditas lain dengan disparitas lebih besar.
Adapun Gula Pasir Lokal di Pasar Wonosari mengalami kenaikan dari Rp16.000 menjadi Rp16.500 per kilogram, atau naik Rp500 (3,1%), demikian pula Minyak Goreng Curah di pasar yang sama yang meningkat dari Rp18.500 menjadi Rp19.000 per liter, atau naik Rp500 (2,7%).
Sedangkan komoditas dengan perubahan harga paling kecil tercatat pada Kedelai di Pasar Induk Bondowoso, yang mengalami penurunan dari Rp9.800 menjadi Rp9.750 per kilogram, atau turun Rp50 (0,5%). Kondisi ini menunjukkan bahwa harga kedelai relatif stabil selama periode monitoring.
Secara umum, hasil monitoring harga tanggal 15 Januari 2026 menunjukkan bahwa fluktuasi harga masih didominasi oleh komoditas hortikultura, khususnya cabai, dengan disparitas nominal yang cukup tinggi. Pemerintah daerah melalui Diskoperindag Kabupaten Bondowoso akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan harga komoditas strategis guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat serta sebagai bahan perumusan kebijakan pengendalian inflasi daerah. (*wed)

Dokumentasi :





Diskoperindag Kab.Bondowoso melal...