Pastikan Stabilitas Pangan, Tim B...
Bondowoso, 13 November 2025 — Tim monitoring harga Diskoperindag Kabupaten Bondowoso kembali mencatat adanya dinamika harga pada sejumlah komoditas pangan pokok, barang strategis, dan barang penting lainnya di beberapa pasar tradisional. Pemantauan yang dilakukan di empat Pasar Utama Kab.Bondowoso yakni Pasar Induk Bondowoso, Pasar Maesan, Pasar Wonosari dan Pasar Prajekan pada Kamis (13/11) menunjukkan perubahan harga yang bervariasi dibandingkan kondisi pada 10 November 2025 lalu.
Sejumlah komoditas mengalami tren kenaikan harga, terutama pada kelompok cabai, sayuran, dan daging ayam.
Kenaikan signifikan tercatat pada Tomat Sayur, khususnya di Pasar Prajekan, yang melonjak 150% dari Rp4.000 menjadi Rp10.000 per kilogram. Kenaikan juga terpantau di Pasar Induk Bondowoso, dari Rp7.000 menjadi Rp8.000 per kilogram.
Komoditas Wortel juga mengalami peningkatan cukup tinggi, yakni di Pasar Maesan naik (25%) dari Rp12.000 menjadi Rp15.000 dan di Pasar Prajekan naik (60%)dari Rp10.000 menjadi Rp16.000.
Harga Cabe Merah Besar turut mengalami kenaikan, di Pasar Induk Bondowoso naik Rp 5.000 menjadi Rp 50.000 dan di Pasar Prajekan naik Rp 6.000 menjadi Rp 60.000
Sementara itu, Cabe Rawit Merah di Pasar Wonosari mengalami kenaikan Rp 3.000 dari Rp16.000 menjadi Rp19.000 per kilogram.
Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas Ayam Potong. Di Pasar Maesan naik Rp 2.000 dari Rp32.000 menjadi Rp34.000 dan di Pasar Wonosari naik Rp 1.000 dari Rp33.000 menjadi Rp34.000.
Selain itu, Bawang Merah di Pasar Prajekan naik Rp 2.000 menjadi Rp 38.000 dan Kacang Tanah di Pasar induk Bondowoso naik Rp 1.000 menjadi Rp 28.000
Berbeda dengan beberapa komoditas lain, beras IR 64 Super justru menunjukkan tren penurunan harga di semua lokasi pemantauan. Di Pasar Induk Bondowoso, beras IR 64 Super turun menjadi Rp 14.900, di Pasar Prajekan dan Pasar Maesan turun menjadi Rp 14.500 dan di Pasar Wonosari turun menjadi Rp 14.200.
Penurunan harga beras ini diperkirakan dipengaruhi oleh meningkatnya pasokan dari sejumlah sentra produksi.
Selain beras, beberapa komoditas lain juga mengalami penurunan harga, di antaranya: Telur Ayam Ras di Pasar Maesan turun dari Rp27.500 menjadi Rp27.000 dan di Pasar Induk Bondowoso turun dari Rp28.000 menjadi Rp27.000. Bawang Putih di Pasar Prajekan turun Rp 1.000 menjadi Rp27.000 per kilogram. Kedelai di Pasar Induk Bondowoso turun, dari Rp10.000 menjadi Rp9.800 per kilogram, dan Cabe Rawit Merah di Pasar Prajekan juga mengalami penurunan cukup signifikan, yaitu Rp 2.000 dari Rp18.000 menjadi Rp16.000.
Fluktuasi harga ini dipengaruhi oleh kondisi iklim, factor musiman, pola konsumsi masyarakat dan ketersediaan barang serta kelancaran distribusi logistic. Karena itu, monitoring harga secara rutin dan penyediaan informasi pasar sangat penting dilakukan, guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan Kabupaten Bondowoso yang masih sangat bergantung pada hasil pertanian lokal.

Dokumentasi :



Pastikan Stabilitas Pangan, Tim B...
Diskoperindag Gelar Rakor bersama...
Perkembangan Harga Bahan Pokok da...