INFORMASI HARGA PASAR 05 FEBRUARI 2026

Perkembangan Harga Bahan Pokok dan Barang Strategis di Kabupaten Bondowoso Hasil Monitoring 05 Februari 2026

Bondowoso - Berdasarkan hasil monitoring perkembangan harga sembilan bahan pokok kebutuhan masyarakat, barang strategis, serta barang penting lainnya yang dilaksanakan pada 5 Februari 2026, terpantau adanya perubahan harga pada sejumlah komoditas dibandingkan hasil monitoring sebelumnya tanggal 2 Februari 2026. Perubahan harga tersebut terjadi di empat pasar pantauan, baik dalam bentuk kenaikan maupun penurunan, dengan variasi disparitas yang cukup signifikan.

Kenaikan harga tertinggi tercatat pada komoditas Besi Beton ukuran 12 mm (12 meter) yang mengalami peningkatan tajam di seluruh pasar. Di Pasar Maesan dan Pasar Prajekan, harga naik dari Rp73.000 menjadi Rp112.500 per batang atau meningkat Rp39.500 (54,1%). Di Pasar Wonosari, harga naik Rp39.000 (53,4%) dari Rp73.000 menjadi Rp112.000, sedangkan di Pasar Induk Bondowoso meningkat Rp24.000 (27,3%) dari Rp88.000 menjadi Rp112.000. Kondisi ini menunjukkan adanya tren kenaikan yang kuat pada komoditas bahan bangunan.

Pada kelompok komoditas hortikultura, Cabe Rawit Merah juga mengalami kenaikan harga cukup signifikan di seluruh pasar pantauan. Kenaikan tertinggi terjadi di Pasar Prajekan, dari Rp58.000 menjadi Rp78.000 per kilogram atau naik Rp20.000 (34,5%), disusul Pasar Wonosari yang meningkat Rp20.000 (33,3%) dari Rp60.000 menjadi Rp80.000. Di Pasar Induk Bondowoso, harga naik Rp15.000 (27,3%), sementara di Pasar Maesan meningkat Rp15.000 (25,0%). Selain itu, Cabe Merah Besar tercatat mengalami kenaikan moderat di Pasar Induk Bondowoso sebesar Rp2.000 (7,7%) dan di Pasar Prajekan sebesar Rp2.000 (6,7%).

Komoditas bahan bangunan lainnya juga menunjukkan kecenderungan kenaikan. Besi Beton ukuran 10 mm (12 meter) di Pasar Induk Bondowoso mengalami kenaikan tertinggi dari Rp65.000 menjadi Rp77.000 atau naik Rp12.000 (18,5%), sedangkan di Pasar Maesan dan Prajekan masing-masing naik Rp7.500 (10,7%), serta di Pasar Wonosari naik Rp7.000 (10,0%). Sementara itu, Semen Gresik 40 Kg tercatat naik di seluruh pasar, dengan kenaikan tertinggi di Pasar Prajekan sebesar Rp5.500 (11,0%), disusul Pasar Maesan Rp4.500 (8,8%), serta Pasar Induk Bondowoso dan Wonosari masing-masing Rp4.000 (7,8%).

Di sisi lain, beberapa komoditas pangan mengalami penurunan harga. Wortel di Pasar Wonosari turun dari Rp15.000 menjadi Rp13.000 per kilogram atau berkurang Rp2.000 (13,3%), sementara di Pasar Prajekan turun Rp1.000 (6,7%). Bawang Putih di Pasar Prajekan turun Rp2.000 (6,3%), dan di Pasar Wonosari turun Rp1.000 (3,1%). Selain itu, Ayam Potong di Pasar Wonosari tercatat turun Rp1.000 (2,9%), serta Kacang Hijau di Pasar Induk Bondowoso turun Rp1.000 (3,1%).

Secara umum, hasil monitoring komparatif antara tanggal 2 Februari dan 5 Februari 2026 menunjukkan bahwa tren kenaikan harga masih mendominasi, terutama pada komoditas bahan bangunan dan hortikultura. Kondisi kenaikan harga komoditas bahan bangunan ini, mengindikasikan adanya tekanan dari sisi pasokan serta meningkatnya permintaan material konstruksi. Sementara itu, kenaikan harga yang cukup tinggi pada komoditas hortikultura seperti cabe rawit merah, diduga dipengaruhi oleh faktor cuaca dan distribusi sehingga berdampak langsung pada ketersediaan di tingkat pasar.

Di sisi lain, penurunan harga dengan disparitas yang relatif terbatas pada beberapa komoditas pangan seperti wortel, bawang putih, ayam potong, dan kacang hijau, mengindikasikan jika pasokan masih cukup stabil serta daya beli masyarakat yang relatif terkendali. Secara keseluruhan, kondisi pergerakan harga masih perlu dicermati secara berkelanjutan, khususnya pada komoditas yang mengalami kenaikan signifikan, guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang di Kabupaten Bondowoso. (*dew)

Dokumentasi :

Mungkin Anda Juga Suka