INFORMASI HARGA PASAR TANGGAL 29 OKTOBER 2026

Harga Cabai dan Ayam Potong Turun di Empat Pasar Bondowoso, Tomat Turun 14,3 Persen

Bondowoso – Harga sejumlah bahan pangan di empat pasar pantauan Kabupaten Bondowoso menunjukkan tren penurunan menjelang akhir Oktober 2026. Berdasarkan hasil monitoring Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso pada Kamis (29/10/2026), harga cabai merah besar, cabai rawit merah, dan ayam potong terpantau turun di seluruh pasar pantauan. Sementara itu, kenaikan terjadi pada sejumlah komoditas sayuran, kedelai, bawang merah, dan gula pasir lokal.

Penurunan paling tinggi secara persentase terjadi pada tomat sayur di Pasar Maesan dan Pasar Wonosari, masing-masing sebesar 14,3 persen, dari Rp7.000 menjadi Rp6.000 per kilogram atau turun Rp1.000.

Harga cabai merah besar juga mengalami penurunan di empat pasar. Di Pasar Induk Bondowoso, harganya turun dari Rp40.000 menjadi Rp35.000 per kilogram, berkurang Rp5.000 atau 12,5 persen. Di Pasar Maesan, harga turun Rp4.000 dari Rp38.000 menjadi Rp34.000 per kilogram atau 10,5 persen. Sementara di Pasar Prajekan, harga turun Rp4.000 dari Rp36.000 menjadi Rp32.000 per kilogram atau 11,1 persen. Di Pasar Wonosari, harga turun Rp2.000 dari Rp34.000 menjadi Rp32.000 per kilogram atau 5,9 persen.

Tren serupa terjadi pada cabai rawit merah. Di Pasar Prajekan, harga turun Rp5.000 dari Rp50.000 menjadi Rp45.000 per kilogram atau 10 persen. Di Pasar Wonosari, harga turun Rp4.000 dari Rp50.000 menjadi Rp46.000 per kilogram atau 8 persen. Sementara di Pasar Induk Bondowoso dan Pasar Maesan, harga masing-masing turun Rp4.000 dari Rp54.000 menjadi Rp50.000 per kilogram atau 7,4 persen.

Harga ayam potong turut melemah di tiga pasar. Di Pasar Maesan, harga turun paling besar, yakni Rp3.000 dari Rp36.000 menjadi Rp33.000 per kilogram atau 8,3 persen. Di Pasar Wonosari, harga turun Rp3.000 dari Rp37.000 menjadi Rp34.000 per kilogram atau 8,1 persen. Adapun di Pasar Induk Bondowoso, harga turun Rp2.000 dari Rp37.000 menjadi Rp35.000 per kilogram atau 5,4 persen.

Penurunan juga terjadi pada telur ayam ras di Pasar Wonosari, dari Rp23.000 menjadi Rp22.000 per kilogram, turun Rp1.000 atau 4,3 persen.

Di tengah tren penurunan tersebut, sejumlah komoditas justru mengalami kenaikan. Wortel di Pasar Maesan naik Rp2.000 dari Rp14.000 menjadi Rp16.000 per kilogram atau 14,3 persen. Kubis di Pasar Wonosari naik Rp1.000 dari Rp8.000 menjadi Rp9.000 per kilogram atau 12,5 persen. Kedelai di Pasar Induk Bondowoso naik Rp500 dari Rp10.500 menjadi Rp11.000 per kilogram atau 4,8 persen.

Sementara itu, bawang merah di Pasar Wonosari naik Rp1.000 dari Rp25.000 menjadi Rp26.000 per kilogram atau 4 persen. Gula pasir lokal di Pasar Maesan juga naik Rp500 dari Rp17.000 menjadi Rp17.500 per kilogram atau 2,9 persen.

Diskoperindag Kabupaten Bondowoso melalui Bidang Perdagangan terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar-pasar pantauan sebagai upaya memperoleh informasi perkembangan harga secara berkala serta mendukung pengendalian stabilitas harga dan menjaga daya beli masyarakat. (*dew)

Dokumentasi kegiatan pemantauan dan pencatatan harga oleh petugas di Pasar Induk Bondowoso, Pasar Maesan, Pasar Wonosari dan Pasar Prajekan :

Mungkin Anda Juga Suka