Monitoring Harga 20 Jul...
Monitoring Harga 20 Juli 2026: Harga Cabai Merangkak Naik, Bawang dan Tomat Turun
Bondowoso– Hasil monitoring perkembangan harga sembilan bahan pokok kebutuhan masyarakat, barang strategis, dan barang penting lainnya yang dilakukan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso pada Senin, 20 Juli 2026, menunjukkan adanya fluktuasi harga pada beberapa komoditas di empat pasar pantauan, yakni Pasar Induk Bondowoso, Pasar Maesan, Pasar Wonosari, dan Pasar Prajekan.
Secara umum, kenaikan harga masih didominasi oleh komoditas cabai, sementara beberapa jenis bawang dan tomat justru mengalami penurunan harga. Kondisi tersebut dinilai masih dalam batas yang wajar serta dipengaruhi oleh dinamika pasokan dan permintaan di tingkat pasar.
Komoditas cabai merah besar mengalami kenaikan harga di tiga pasar pantauan. Di Pasar Induk Bondowoso dan Pasar Wonosari, harga naik sebesar Rp2.000 per kilogram, dari Rp30.000 menjadi Rp32.000 per kilogram atau meningkat 6,7 persen. Sementara di Pasar Prajekan, kenaikan tercatat lebih tinggi, yakni Rp4.000 per kilogram, dari Rp26.000 menjadi Rp30.000 per kilogram atau naik 15,4 persen.
Kenaikan juga terjadi pada cabai rawit merah. Di Pasar Induk Bondowoso dan Pasar Wonosari, harga meningkat Rp2.000 per kilogram, dari Rp38.000 menjadi Rp40.000 per kilogram atau naik 5,3 persen. Sedangkan di Pasar Prajekan, harga naik Rp2.000 per kilogram, dari Rp36.000 menjadi Rp38.000 per kilogram, atau meningkat 5,6 persen.
Di sisi lain, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga. Bawang merah di Pasar Maesan turun sebesar Rp4.000 per kilogram, dari Rp35.000 menjadi Rp31.000 per kilogram atau turun 11,4 persen.
Penurunan harga yang lebih signifikan terjadi pada bawang putih. Di Pasar Maesan, harga turun Rp5.000 per kilogram, dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram atau turun 14,3 persen. Sementara di Pasar Wonosari, harga berkurang Rp2.000 per kilogram, dari Rp35.000 menjadi Rp33.000 per kilogram atau turun 5,7 persen.
Komoditas tomat sayur di Pasar Prajekan juga mengalami penurunan sebesar Rp1.000 per kilogram, dari Rp7.000 menjadi Rp6.000 per kilogram, atau turun 14,3 persen.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kenaikan harga cabai diperkirakan dipengaruhi oleh mulai berkurangnya pasokan dari sentra produksi akibat faktor cuaca serta meningkatnya permintaan pasar. Sementara itu, penurunan harga bawang merah, bawang putih, dan tomat didorong oleh melimpahnya pasokan sehingga ketersediaan barang di pasar meningkat dan harga menjadi lebih kompetitif.
Secara keseluruhan, kondisi pasar di Kabupaten Bondowoso masih terpantau kondusif. Ketersediaan bahan pokok di empat pasar pantauan dalam kondisi mencukupi, aktivitas perdagangan berlangsung normal, dan tidak ditemukan indikasi kelangkaan maupun lonjakan harga yang berpotensi mengganggu stabilitas pasar. Diskoperindag Kabupaten Bondowoso akan terus melakukan pemantauan harga secara berkala sebagai upaya menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjaga. (*dew)

Dokumentasi Kegiatan Pemantauan dan Pencatatan Harga Pasar oleh petugas di Pasar Induk Bondowoso :
I
