Pembukaan Pekan PLUT KUMKM Kabupa...
Fluktuasi Harga Komoditas Hortikultura Warnai Perkembangan Pasar Bondowoso di Awal Pekan Ketiga Mei 2026
Bondowoso, 18 Mei 2026 — Perkembangan harga bahan pokok di Kabupaten Bondowoso kembali menunjukkan fluktuasi pada sejumlah komoditas strategis. Berdasarkan hasil monitoring harga kebutuhan pokok dan barang penting lainnya pada 14 hingga 18 Mei 2026 di empat pasar pantauan, yakni Pasar Induk Bondowoso, Maesan, Wonosari, dan Prajekan, sejumlah komoditas mengalami kenaikan maupun penurunan harga.
Kenaikan Harga Tertinggi terjadi pada komoditas Tomat Sayur di Pasar Prajekan yang naik sebesar Rp2.000 atau 25 persen, dari Rp8.000 menjadi Rp10.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada tomat sayur di Pasar Wonosari sebesar Rp2.000 atau 20 persen, dari Rp10.000 menjadi Rp12.000 per kilogram.
Selain itu, Bawang Merah di Pasar Prajekan mengalami kenaikan cukup signifikan sebesar Rp6.000 atau 17,6 persen, dari Rp34.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. Bawang Putih di Pasar Wonosari juga naik Rp2.000 atau 7,1 persen, dari Rp28.000 menjadi Rp30.000 per kilogram.
Komoditas Minyak Goreng Curah di Pasar Wonosari turut mengalami kenaikan sebesar Rp1.500 atau 7,9 persen, dari Rp19.000 menjadi Rp20.500 per kilogram. Sementara itu, Bimoli Kemasan di Pasar Induk Bondowoso naik Rp1.000 atau 4,8 persen, dari Rp21.000 menjadi Rp22.000 per liter.
Kenaikan harga juga terjadi pada Cabe Rawit Merah di Pasar Induk Bondowoso dan Pasar Prajekan. Di Pasar Induk Bondowoso, harga naik Rp3.000 atau 4,8 persen dari Rp62.000 menjadi Rp65.000 per kilogram, sedangkan di Pasar Prajekan naik Rp3.000 atau 4,6 persen dari Rp65.000 menjadi Rp68.000 per kilogram. Selain itu, Telur Ayam Ras di Pasar Wonosari naik Rp1.000 atau 4 persen, dari Rp25.000 menjadi Rp26.000 per kilogram.
Di sisi lain, beberapa Komoditas Mengalami Penurunan Harga Cukup Signifikan. Penurunan tertinggi terjadi pada Bawang Merah di Pasar Wonosari yang turun sebesar Rp14.000 atau 29,2 persen, dari Rp48.000 menjadi Rp34.000 per kilogram. Cabe Merah Besar di Pasar Prajekan juga turun tajam sebesar Rp14.000 atau 23,3 persen, dari Rp60.000 menjadi Rp46.000 per kilogram.
Penurunan harga juga terjadi pada Cabe Merah Besar di Pasar Wonosari sebesar Rp6.000 atau 13,6 persen, dari Rp44.000 menjadi Rp38.000 per kilogram. Tomat Sayur di Pasar Maesan turun Rp2.000 atau 16,7 persen, dari Rp12.000 menjadi Rp10.000 per kilogram.
Selain itu, Cabe Rawit Merah di Pasar Wonosari turun Rp4.000 atau 6,7 persen, dari Rp60.000 menjadi Rp56.000 per kilogram. Kedelai di Pasar Induk Bondowoso juga turun Rp500 atau 4,8 persen, dari Rp10.500 menjadi Rp10.000 per kilogram. Ayam Potong di Pasar Induk Bondowoso turut mengalami penurunan sebesar Rp1.000 atau 2,9 persen, dari Rp35.000 menjadi Rp34.000 per kilogram.
Dari hasil monitoring, kenaikan harga pada komoditas tomat, bawang merah, dan minyak goreng diduga dipengaruhi oleh perubahan pasokan dan distribusi dari daerah pemasok. Permintaan pasar yang tetap tinggi juga menjadi faktor pendorong kenaikan harga pada beberapa komoditas hortikultura.
Sementara itu, penurunan tajam pada bawang merah dan cabe merah besar menunjukkan mulai melimpahnya pasokan di sejumlah pasar pantauan sehingga harga mengalami koreksi. Perbedaan pergerakan harga antar pasar juga mencerminkan kondisi distribusi yang belum sepenuhnya merata.
Secara umum, kondisi harga bahan pokok di Bondowoso masih relatif terkendali meskipun terjadi fluktuasi pada beberapa komoditas utama. Pemerintah daerah melalui Diskoperindag Kab.Bondowoso akan terus melakukan pemantauan guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat. (*dew)

Dokumentasi Kegiatan Pemantauan dan Pencatatan Harga Bapokting di Pasar Induk Bondowoso, Pasar Maesan dan Pasar Prajekan :



