Pada hari ini, kita berkumpul dal...
Jelang akhir Januari 2026, komoditas cabai rawit merah alami tren kenaikan harga paling dominan dan signifikan.
Berdasarkan laporan hasil monitoring perkembangan harga sembilan bahan pokok kebutuhan masyarakat, barang strategis, dan barang penting lainnya pada 29 Januari 2026, terpantau adanya sejumlah perubahan harga pada beberapa komoditas di empat pasar utama Kabupaten Bondowoso (Pasar Induk Bondowoso, Maesan, Wonosari, dan Prajekan) dibandingkan hasil monitoring sebelumnya pada 26 Januari 2026. Perubahan tersebut mencakup kenaikan dan penurunan harga dengan disparitas yang bervariasi antar komoditas dan lokasi pasar.
Komoditas Mengalami Kenaikan Harga
Perubahan harga tertinggi tercatat pada komoditas cabai, khususnya Cabai Rawit Merah, yang menunjukkan tren kenaikan cukup signifikan di hampir seluruh pasar pantauan. Kenaikan paling tinggi terjadi di Pasar Prajekan, dari Rp40.000 menjadi Rp58.000 per kilogram atau naik Rp18.000 (45,0%). Selanjutnya di Pasar Wonosari, harga cabai rawit merah meningkat dari Rp45.000 menjadi Rp60.000 per kilogram atau naik Rp15.000 (33,3%). Di Pasar Maesan, cabai rawit merah tercatat naik dari Rp42.000 menjadi Rp45.000 per kilogram atau naik Rp3.000 (7,1%), sementara di Pasar Induk Bondowoso naik dari Rp45.000 menjadi Rp48.000 per kilogram atau bertambah Rp3.000 (6,7%).
Kenaikan juga terjadi pada komoditas Cabai Merah Besar, dengan disparitas tertinggi di Pasar Wonosari, dari Rp25.000 menjadi Rp28.000 per kilogram atau naik Rp3.000 (12,0%). Di Pasar Prajekan, harga cabai merah besar meningkat dari Rp25.000 menjadi Rp26.000 per kilogram atau naik Rp1.000 (4,0%). Selain itu, Telur Ayam Ras di Pasar Wonosari mengalami kenaikan dari Rp26.000 menjadi Rp27.000 per kilogram atau naik Rp1.000 (3,8%).
Komoditas Mengalami Penurunan Harga
Penurunan harga terdalam tercatat pada komoditas Tomat Sayur. Di Pasar Wonosari, harga tomat turun signifikan dari Rp5.000 menjadi Rp3.000 per kilogram atau turun Rp2.000 (40,0%), sedangkan di Pasar Prajekan turun dari Rp5.000 menjadi Rp4.000 per kilogram atau berkurang Rp1.000 (20,0%).
Komoditas Bawang Merah juga mengalami penurunan harga di seluruh pasar pantauan. Penurunan terbesar terjadi di Pasar Wonosari, dari Rp38.000 menjadi Rp36.000 per kilogram atau turun Rp2.000 (5,3%). Di Pasar Prajekan, harga bawang merah turun dari Rp40.000 menjadi Rp38.000 per kilogram atau berkurang Rp2.000 (5,0%), sedangkan di Pasar Induk Bondowoso turun dari Rp39.000 menjadi Rp38.000 per kilogram atau turun Rp1.000 (2,6%).
Penurunan juga tercatat pada Cabai Merah Besar di Pasar Induk Bondowoso, dari Rp25.000 menjadi Rp23.000 per kilogram atau turun Rp2.000 (8,0%).
Sementara itu, Minyakita menunjukkan tren penurunan harga dengan disparitas berbeda antar pasar. Di Pasar Induk Bondowoso, harga Minyakita turun dari Rp17.500 menjadi Rp15.700 per liter atau turun Rp1.800 (10,3%), sedangkan di Pasar Wonosari turun dari Rp17.000 menjadi Rp16.800 per liter atau berkurang Rp200 (1,2%).
Secara komparatif, hasil monitoring periode 26–29 Januari 2026 menunjukkan bahwa komoditas cabai, khususnya cabai rawit merah, mengalami tren kenaikan harga paling dominan dan signifikan, dengan disparitas tertinggi mencapai 45,0%. Kondisi ini mengindikasikan adanya tekanan pasokan atau peningkatan permintaan dalam jangka pendek.
Sebaliknya, komoditas hortikultura seperti tomat sayur dan bawang merah cenderung mengalami tren penurunan harga, yang diduga dipengaruhi oleh meningkatnya pasokan di tingkat pasar. Penurunan harga Minyakita di beberapa pasar juga menjadi indikasi stabilisasi pasokan minyak goreng bersubsidi, khususnya pasca adanya dropping MinyakKita oleh Perum Bulog ke sejumlah Toko Pengecer dan Rumah Pangan Kita (RPK) yang terdaftar sebagai mitra BULOG.
Pemkab Bondowoso melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Bondowoso akan terus melakukan pemantauan rutin serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.(*dew)

Dokumentasi :

.jpeg)

Selamat datang Bapak Ir. Hergiar...
Jelang akhir Januari 2026, komodi...