Informasi Harga Pasar 12 Januari 2026

Perkembangan Harga Bahan Pokok di Kabupaten Bondowoso per 12 Januari 2026

Bondowoso-Berdasarkan laporan hasil monitoring perkembangan harga sembilan bahan pokok kebutuhan masyarakat, barang strategis, dan barang penting lainnya pada 12 Januari 2026, terpantau adanya perubahan harga pada sejumlah komoditas di empat pasar utama Kabupaten Bondowoso dibandingkan dengan harga pada 8 Januari 2026. Perubahan harga tersebut meliputi kenaikan dan penurunan dengan tingkat disparitas yang bervariasi antar komoditas dan wilayah pasar.

Penurunan harga paling signifikan terjadi pada komoditas Bawang Merah di Pasar Maesan sebesar 30,0 persen atau Rp15.000 per kilogram, dari Rp50.000 menjadi Rp35.000 per kilogram, serta di Pasar Prajekan yang turun 29,2 persen atau Rp14.000 per kilogram, dari Rp48.000 menjadi Rp34.000 per kilogram dan di Pasar Wonosari sebesar 18,4 persen atau Rp9.000 per kilogram, dari Rp49.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.

Penurunan harga lainnya juga tercatat pada komoditas Tomat Sayur di Pasar Wonosari, yang mengalami penurunan sebesar 33,3 persen atau Rp2.000 per kilogram, dari Rp6.000 menjadi Rp4.000 per kilogram.

Selain itu, penurunan harga juga terjadi pada komoditas Cabai merah besar dan Cabai Rawit Merah. Di Pasar Prajekan, Cabai Merah Besar tercatat turun 15,4 persen atau Rp4.000 per kilogram, dari Rp26.000 menjadi Rp22.000 per kilogram. Sedangnya untuk Cabai Rawit Merah, penurunan tertinggi terjadi di Pasar Wonosari sebesar 12,5 persen atau Rp4.000 per kilogram, dari Rp32.000 menjadi Rp28.000 per kilogram. Di Pasar Prajekan, cabai rawit merah turun 6,7 persen atau Rp2.000 per kilogram, dari Rp30.000 menjadi Rp28.000 per kilogram, sedangkan di Pasar Induk Bondowoso turun 5,6 persen atau Rp2.000 per kilogram, dari Rp36.000 menjadi Rp34.000 per kilogram.

Selanjutnya, penurunan harga juga tercatat pada Kacang Tanah di Pasar Wonosari yang turun 10,0 persen atau Rp4.000 per kilogram, dari Rp40.000 menjadi Rp36.000 per kilogram. Ayam potong mengalami penurunan relatif stabil di dua pasar, yakni di Pasar Induk Bondowoso turun 2,9 persen atau Rp1.000 per kilogram, dari Rp34.000 menjadi Rp33.000 per kilogram, serta di Pasar Wonosari turun 2,9 persen atau Rp1.000 per kilogram, dari Rp35.000 menjadi Rp34.000 per kilogram.
Adapun telur ayam ras di Pasar Wonosari tercatat turun 1,8 persen atau Rp500 per kilogram, dari Rp27.500 menjadi Rp27.000 per kilogram.

Di sisi lain, sejumlah komoditas juga mengalami kenaikan harga. Kenaikan tertinggi terjadi pada Cabai Merah Besar di Pasar Wonosari yang naik 25,0 persen atau Rp6.000 per kilogram, dari Rp24.000 menjadi Rp30.000 per kilogram.

Wortel tercatat mengalami kenaikan di dua pasar, yakni di Pasar Wonosari dan Pasar Prajekan, masing-masing naik 7,1 persen atau Rp1.000 per kilogram, dari Rp14.000 menjadi Rp15.000 per kilogram.

Selain itu, Bawang Putih juga mengalami kenaikan harga. Di Pasar Prajekan, bawang putih naik 6,7 persen atau Rp2.000 per kilogram, dari Rp30.000 menjadi Rp32.000 per kilogram, sedangkan di Pasar Wonosari naik 3,1 persen atau Rp1.000 per kilogram, dari Rp32.000 menjadi Rp33.000 per kilogram.

Secara umum, hasil monitoring menunjukkan bahwa pergerakan harga bahan pokok dan komoditas strategis pada pertengahan Januari 2026 masih bersifat fluktuatif, dengan penurunan harga signifikan pada komoditas tomat sayur dan bawang merah, serta kenaikan cukup tajam pada cabai merah besar di Pasar Wonosari.  Fluktuasi harga ini menggambarkan dinamika pasar yang wajar dipengaruhi oleh faktor musiman, masa panen, pola konsumsi masyarakat, kondisi iklim, ketersediaan barang serta kelancaran distribusi logistik. Pemerintah daerah melalui Diskoperindag Kabupaten Bondowoso terus melakukan pemantauan secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan, pengendalian inflasi daerah, serta perlindungan daya beli masyarakat di Kabupaten Bondowoso.


Dokumentasi :

 

Mungkin Anda Juga Suka