Informasi Harga Pasar 08 Januari 2026

Perkembangan Harga Bahan Pokok di Kabupaten Bondowoso per 8 Januari 2026

Bondowoso - Berdasarkan laporan hasil monitoring perkembangan harga sembilan bahan pokok kebutuhan masyarakat, barang strategis, dan barang penting lainnya pada 8 Januari 2026, terpantau adanya perubahan harga pada sejumlah komoditas di empat pasar utama Kabupaten Bondowoso apabila dibandingkan dengan harga pada 5 Januari 2026. Perubahan harga tersebut meliputi kenaikan dan penurunan dengan tingkat disparitas yang bervariasi antar komoditas dan wilayah pasar.

Pada periode ini, komoditas Cabai Rawit Merah menunjukkan Tren Penurunan Harga secara konsisten di empat pasar yang dimonitor, dengan disparitas yang cukup signifikan.
Penurunan tertinggi terjadi di Pasar Prajekan, sebesar Rp5.000 per kilogram atau 14,3 persen, yakni dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram, diikuti Pasar Maesan dengan penurunan Rp5.000 per kilogram atau 12,5 persen dari Rp40.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. Di Pasar Wonosari, harga cabai rawit merah turun Rp4.000 per kilogram atau 11,1 persen, yakni dari Rp36.000 menjadi Rp32.000 per kilogram, sedangkan di Pasar Induk Bondowoso turun Rp4.000 per kilogram atau 10,0 persen, , dari Rp40.000 menjadi Rp36.000 per kilogram.

Kondisi ini mengindikasikan adanya peningkatan pasokan cabai rawit merah pada minggu kedua Januari 2026, yang berdampak langsung pada penurunan harga di tingkat konsumen.

Selain cabai, Tomat Sayur di Pasar Induk Bondowoso juga menunjukkan tren penurunan mingguan sebesar Rp1.000 per kilogram atau 12,5 persen, yakni dari Rp8.000 menjadi Rp7.000 per kilogram. Sementara Wortel di Pasar Prajekan turun Rp1.000 per kilogram atau 6,7 persen, dari Rp15.000 menjadi Rp14.000 per kilogram. Penurunan harga pada komoditas hortikultura tersebut memperkuat indikasi stabilnya pasokan hasil pertanian lokal pada periode ini.

Di sisi lain, komoditas Bawang Putih menunjukkan Tren Kenaikan Harga di beberapa pasar. Di Pasar Prajekan, harga bawang putih naik Rp2.000 per kilogram atau 7,1 persen, dari Rp28.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Sementara di Pasar Wonosari naik Rp2.000 per kilogram atau 6,7 persen, dari Rp30.000 menjadi Rp32.000 per kilogram. Kenaikan ini mencerminkan adanya tekanan pasokan bawang putih, yang sebagian besar masih bergantung pada distribusi antar daerah.

Komoditas Bawang Merah di Pasar Prajekan juga mengalami kenaikan sebesar Rp2.000 per kilogram atau 4,3 persen, dari Rp46.000 menjadi Rp48.000 per kilogram, yang menunjukkan adanya awal tekanan permintaan, meskipun secara umum pada minggu-minggu berikutnya komoditas ini berpotensi kembali berfluktuasi.

Untuk komoditas pangan lainnya, yakni Gula Pasir Lokal di Pasar Prajekan mengalami kenaikan terbatas sebesar Rp500 per kilogram atau 3,2 persen, dari Rp15.500 menjadi Rp16.000 per kilogram. Sedangkan Telur Ayam Ras di Pasar Wonosari naik Rp500 per kilogram atau 1,9 persen, dari Rp27.000 menjadi Rp27.500 per kilogram. Kenaikan pada kedua komoditas ini masih tergolong relatif stabil dan terkendali, serta belum menunjukkan gejolak harga yang signifikan.

Secara komparatif, pergerakan harga antar minggu pada awal Januari 2026 menunjukkan kecenderungan deflasi pada komoditas hortikultura, khususnya cabai rawit merah, tomat sayur, dan wortel. Sementara itu, kenaikan harga terbatas terjadi pada bawang putih, bawang merah, gula pasir lokal, dan telur ayam ras, dengan disparitas nominal yang relatif kecil.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa stabilitas pasokan pangan di Kabupaten Bondowoso secara umum masih terjaga, meskipun terdapat komoditas tertentu yang perlu mendapat perhatian khusus dalam pengendalian distribusi dan ketersediaan stok. Pemerintah daerah melalui Diskoperindag Kabupaten Bondowoso terus melakukan pemantauan harga secara rutin sebagai dasar pengambilan kebijakan pengendalian inflasi daerah dan stabilisasi harga kebutuhan pokok masyarakat.

Dokumentasi :

 

 

Mungkin Anda Juga Suka